Oleh: M.Suharni

Pengantar

LGBT Rainbow Health | ucdmc.ucdavis.eduBerakhirnya Millennium Development Goals  (MDGs) tahun 2015 dan berubah ke Sustainable Development Goals (SDGs) 2016 merupakan perubahan besar dalam penanggulangan HIV dan AIDS. MDGs yang pada praktiknya sangat eksklusif sehingga kebijakan dan program HIV dan AIDS yang  eksklusif  menyisakan  permasalahan yang mesti dicarikan solusinya. Seperti,  program pada kelompok  Lesbian Gay Bisexual and Transgender (LGBT) yang sampai saat ini masih mengalami tantangan yang berat terkait stigma dan diskriminasi.  Sebaliknya, SDGs yang mulai dari setting hingga agenda yang ditetapkan telihat lebih inklusif dan komprehensif dan  upaya penanggulangan HIV dan AIDS di kelompok LGBT ditujukan  untuk pencapaian universal health access.   

Tulisan ini bertujuan membahas bahwa pentingnya  isu inklusi sosial  LGBT  dalam upaya penanggulangan HIV dan AIDS karena adanya kebutuhan khusus mereka  yang selama ini terabaikan untuk mencapai universal health access. Pengabaian ini terjadi  karena ekslusi sosial LGBT  dalam upaya penanggulangan HIV dan AIDS yang mengakibatkan  diskriminasi dan stigma dalam upaya kesehatan. Diskriminasi menghambat mereka untuk  mengakses hak layanan kesehatan dan  berpartisipasi secara penuh dalam  aspek sosial, ekonomi,  dan politik termasuk untuk akses kesehatan.

0
0
0
s2smodern
Oleh: Ita Perwira

Sustainable Development GoalsAkhir tahun 2015 kemarin menandai berakhirnya Millenium Development Goals (MDGs) dan memasuki awal tahun 2016 ini, telah diluncurkan agenda baru yang disebut Sustainable Development Goals (SDGs) yang berisikan 17 tujuan utama untuk membangun dunia yang lebih baik tanpa ada satu pun yang tertinggal (to build a better world with no one left behind). Berbeda dengan MDGs yang pada dasarnya lebih diarahkan pada negara dengan pendapatan rendah atau menengah, SDGs bersifat lebih universal, termasuk meliputi berbagai permasalahan kesehatan di berbagai negara sebagai komitmen global bersama dalam kerangka yang lebih luas dari pembangunan yang berkelanjutan.

0
0
0
s2smodern
Oleh: Hersumpana

Ilustrasi | bookmasters.comKeberhasilan dalam upaya penanggulangan HIV dan AIDS ditentukan oleh kemampuan merespon situasi epidemi yang berkembang berserta penghitungan kebutuhan-kebutuhan intervensi program yang sesuai dengan beban penyakit yang harus ditanggung. Pasalnya, dalam kenyataan mendapatkan gambaran yang mendekati kebenaran suatu epidemi membutuhkan metodologi yang kuat (robust) untuk dapat memerhitungkan beban penyakit yang harus ditangani pada populasi tertentu (populasi kunci). Tulisan ini menganalisis pentingnya pemahaman tentang kemampuan mengembangkan pendekatan/metode untuk mengukur situasi epidemi dengan kebutuhan intervensi program pada populasi kunci untuk pengembangan perencanaan strategis  yang berbasis data[1](data driven planning) untuk populasi kunci sebagai kelompok yang sulit dijangkau.

0
0
0
s2smodern
Oleh: Eviana Hapsari Dewi

Health Promotion Emblem | The Ottawa Charter for Health Promotion, 1986Dalam upaya penanggulangan HIV dan AIDS menciptakan kebijakan AIDS yang berwawasan kesehatan (healthy AIDS policy) merupakan sebuah keharusan karena kebijakan AIDS selama ini belum sepenuhnya mencerminkan prinsip sebuah kebijakan yang berwawasan kesehatan yang tampak dalam upaya untuk (1) menciptakan lingkungan yang mendukung untuk kesehatan, (2) penguatan aksi komunitas untuk kesehatan, (3) pengembangan kemampuan personal, dan (4) reorientasi layanan kesehatan[1] Mengacu definisi dari WHO, kebijakan AIDS sebagai sebuah kebijakan publik yang berwawasan kesehatan seharusnya mampu meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan bagi seseorang atau masyarakat tertentu yang terdampak oleh AIDS baik langsung maupun tidak langsung.[2] Hal ini dipertegas kembali dalam konferensi internasional promosi kesehatan yang kedua di Adelaide pada tahun 1988, bahwa kebijakan publik yang berwawasan kesehatan itu mempunyai karakteristik yang khas, yaitu secara eksplisit memberi perhatian penuh pada isu kesehatan dan pemerataan yang berkeadilan (equity) dalam semua aspek, dan dengan prinsip akuntabilitas melihat dampaknya bagi kesehatan.[3] Dengan demikian, tujuan utama dari kebijakan publik yang berwawasan kesehatan ini adalah untuk menciptakan lingkungan yang mendukung, yang memungkinkan seseorang atau masyarakat tertentu menuju pada sebuah kehidupan yang lebih sehat.

0
0
0
s2smodern
Oleh: Ita Perwira

Fast track unaidsMasih dalam bulan Desember dimana pada awal bulan kemarin kita memperingati hari AIDS sedunia dan gerakan global dicanangkan untuk fast track AIDS response. Untuk mencapai target 90-90-90 pada tahun 2020 dibutuhkan komitmen semua pihak untuk mengakhiri epidemi AIDS yang juga menjadi bagian Sustainable Development Goals. Untuk membantu masing-masing negara mencapai target ini, WHO telah mengembangkan panduan konsolidasi informasi strategis untuk HIV dalam sektor kesehatan yang telah di rilis pertengahan tahun kemarin (bulan Mei 2015).

Panduan yang disusun oleh WHO bertujuan untuk membantu negara-negara dalam melakukan konsolidasi dan memastikan bahwa semua indikator global yang menjadi target menjadi prioritas dan mencapai hasil yang maksimal. Panduan ini juga diharapkan dapat membantu staf sektor kesehatan nasional dalam memilih mengumpulkan dan menganalisa secara sistematik informasi strategis untuk membantu sektor kesehatan dalam melaksanakan penanggulangan HIV dan AIDS.

0
0
0
s2smodern
Penelitian

Knowledge Hub

Alert System

Peroleh informasi terbaru dari website ini, silahkan daftar ke alert system di bawah ini.

knowledgehub

knowledgehub

knowledgehub

Informasi

sejarahaids sistemkesehatan kebijakankesehatan kebijakanaids

Didukung oleh

AusAID