Oleh : Chrysant Lily
"The true art of using data is in finding ways to use the data that address the particular concerns of the target audience." (UNAIDS/WHO 2004)

Data | Kebijakan AIDSHasil penelitian PKMK tentang keterlibatan OMS dan OBK atau yang biasa disebut sebagai sektor komunitas dalam penanggulangan HIV dan AIDS di Indonesia menunjukkan bahwa salah satu faktor yang mengakibatkan mereka tidak bisa secara maksimal berkontribusi pada pencapaian hasil adalah karena kegiatan-kegiatan yang dilakukannya menjadi cenderung mekanis, termasuk dalam pengumpulan data program. Pada dasarnya data program dikumpulkan untuk dua tujuan, pertama untuk akuntabilitas atas program yang dijalankan dan kedua untuk pengambilan keputusan dalam perencanaan dan perbaikan program. Sayangnya selama ini pengumpulan data yang dilakukan oleh OMS/OBK cenderung untuk memenuhi tujuan yang pertama saja, yaitu untuk pertanggungjawaban kepada donor ataupun kepada KPA. Data program sekedar dipakai untuk mengukur capaian target, tetapi tidak untuk meninjau apakah pendekatan yang dilakukan sudah tepat guna dan tepat sasaran. Akibat tidak dilaksanakannya tujuan yang kedua ini, daya tanggap OMS/OBK terhadap kebutuhan konstituennya menjadi lemah, sehingga kinerjanya dalam penanggulangan HIV dan AIDS menjadi kurang optimal.

0
0
0
s2smodern
Oleh: Ita Perwira

Ilustrasi | mercatus.comPada tahun 2012, WHO telah merekomendasikan penggunaan PPrP bagi pasangan serodiskordan, LSL dan transgender. PPrP adalah penggunaan obat ARV bagi orang yang belum terinfeksi HIV untuk dapat melindungi sebelum terjadinya paparan terhadap HIV. Rekomendasi ini semakin di perkuat, dimana pada tahun 2014, WHO menyusun pedoman gabungan untuk HIV dan yang didalamnya, penggunaan PPrP sangat disarankan bagi LSL (WHO, 2015). The U.S. Food and Drugs Administration (FDA) juga telah menyetujui penggunaan TDF dan FTC sebagai PPrP, yang diikuti Public Health Service dan CDC pada tahun 2014 mengeluarkan panduan klinis untuk penggunaan PPrP di US. Tahun 2015, WHO kembali mengeluarkan panduan tentang penggunaan ARV dan didalamnya juga dibahas khusus mengenai PPrP dan UNAIDS juga mengeluarkan beberapa referensi dan melakukan advokasi yang mendukung dilakukannya PPrP sebagai metode tambahan yang cukup efektif dalam pencegahan HIV berdasarkan hasil penelitian klinis yang telah dilakukan (UNAIDS, 2015).

0
0
0
s2smodern
Oleh: M. Suharni

Ilustrasi | REUTERS/Rupak De ChowdhuriWacana global epidemi AIDS  akan berakhir  pada tahun 2030 sehingga   AIDS  tidak lagi menjadi ancaman kesehatan masyarakat  karena  penyebaran HIV dapat  dikendalikan.   Dampak HIV dalam kehidupan masyarakat  berkurang dan dapat diatasi, harapan hidup dan produktivitas ODHA meningkat,  serta biaya yang dikeluarkan karena dampak HIV pun berkurang.  Suatu pendekatan untuk pencapaian target ambisius ini dikenalkan dengan strategi  Fast Track: End AIDS by 2030 oleh UNAIDS.  Strategi ini sudah direspon ditingkat  regional seperti workshop internasional di Mumbai, pada tanggal 23 – 29 Mei 2015 yang lalu. Dalam workshop tersebut Provinsi DKI Jakarta telah dicanangkan sebagai salah satu pilot project Program Nasional dalam penanggulangan HIV dan AIDS di Indonesia melalui program Fast Track Jakarta City ending AIDS epidemic  2020.[1] Wacana ini penting untuk dikaji  karena hal ini akan berimplikasi besar terhadap upaya penanggulangan HIV dan AIDS dan  dampaknya terhadap kualitas hidup ODHA. Tulisan ini akan melihat tantangan  dan upaya Indonesia untuk mencapai target ambisius ini  dari sisi komitmen politik,  peningkatan  layanan terkait AIDS, dan inovasi interverensi penanggulangan AIDS.

0
0
0
s2smodern
Oleh: Hersumpana, Ig.

Ilustrasi | thejakartaglobe.comKebijakan publik yang mengatur mengenai kesusilaan di Indonesia marak berkembang di berbagai daerah yang mengundang pro dan kontra masyarakat secara luas, khususnya jika dilihat dari sudut padang hak kesehatan populasi kunci untuk mendapatkan perlindungan dan akses layanan kesehatan sebagai warga negara.  Kebijakan publik dalam kasus penutupan lokalisasi seperti yang dilakukan oleh Pemda Kota Surabaya terhadap penutupan kawasan prostitusi Dolly[1]emda Kota Jayapura[2]yang melakukan penutupan lokalisasi Tanjung Elmo yang secara normatif bertujuan untuk memberikan perlindungan terhadap eksploitasi seksual dan perdagangan manusia, akan tetapi pada sisi yang lain berdampak serius bagi perlindungan pekerja seks dalam mendapatkan layanan pencegahan infeksi menular seksual (STI) seperti akses untuk mendapatkan kondom dan layanan kesehatan lainnya. Negara hampir tidak pernah memikirkan dampak dari kebijakan terkait penutupan lokalisasi dari aspek hak kesehatan bagi populasi kunci. Kebijakan anti prostitusi dalam hal ini ibarat pedang bermata dua. Pada satu sisi,  kebijakan anti prostitusi bermaksud melindungi perempuan dari ekploitasi seksual, pada sisi lainnya kebijakan ini justru menjadi alat legal untuk melakukan diskriminasi dan stigmatisasi terhadap populasi kunci yang berdampak pada diskriminasi dalam memperoleh akses layanan kesehatan.

0
0
0
s2smodern
Oleh: Ignatius Praptoraharjo

Ilustrasi | practicalissues.wordpress.comKonsep risiko, persepsi risiko, faktor risiko dan perilaku bersiko merupakan konsep utama dalam penelitian-penelitian tentang penularan HIV selama ini. Konsep risiko sebenarnya telah menjadi suatu topik penelitian dari ilmu-ilmu social sejak empat puluh tahun yang lampau. Risiko secara umum didefinisikan sebagai suatu kemungkinan terjadinya dampak buruk atas tindakan tertentu[1]. Definisi ini mengandaikan suatu akibat buruk atau bahaya dari suatu tindakan. Oleh karenanya ketika berbicara tentang risiko akan selalu dalam kaitan dengan akibat buruk atau bahaya. Konsep risiko pada satu sisi bisa menunjukkan kemungkinan memperoleh dampak buruk (risk taking) atau sesuatu yang dilakukan pihak lain (something done to you). Risiko dan akibat buruk merupakan suatu hal yang dikonstruksi secara social artinya risiko bisa diberi makna, dibesar-besarkan atau didramatisasikan akan sangat tergantung dari diskursus yang terjadi pada masyarakat tentang itu.

0
0
0
s2smodern
Penelitian

Knowledge Hub

Alert System

Peroleh informasi terbaru dari website ini, silahkan daftar ke alert system di bawah ini.

knowledgehub

knowledgehub

knowledgehub

Informasi

sejarahaids sistemkesehatan kebijakankesehatan kebijakanaids

Didukung oleh

AusAID