0
0
0
s2sdefault

Summary

Background

Tobacco use among people living with HIV results in excess morbidity and mortality. However, very little is known about the extent of tobacco use among people living with HIV in low-income and middle-income countries (LMICs). We assessed the prevalence of tobacco use among people living with HIV in LMICs.

0
0
0
s2sdefault
0
0
0
s2sdefault
Alexandra B Collins, Surita Parashar, Robert S Hogg, Saranee Fernando, Catherine Worthington, Patrick McDougall, Rosalind Baltzer Turje, Ryan McNeil

Abstract

Introduction: Social-structural inequities impede access to, and retention in, HIV care among structurally vulnerable people living with HIV (PLHIV) who use drugs. The resulting disparities in HIV-related outcomes among PLHIV who use drugs pose barriers to the optimization of HIV treatment as prevention (TasP) initiatives. We undertook this study to examine engagement with, and impacts of, an integrated HIV care services model tailored to the needs of PLHIV who use drugs in Vancouver, Canada – a setting with a community-wide TasP initiative.

0
0
0
s2sdefault
0
0
0
s2sdefault
Isabelle Funck-Brentanoa, Ce´cile Dalbanb, Florence Vebera, Pierre Quartiera, Serge Hefeza, Dominique Costagliolab and Ste´phane Blanche

Tujuan: Untuk menilai efek dari terapi melalui kelompok dukungan sebaya pada remaja yang terinfeksi HIV.

Desain: Sebuah studi prospektif dari kohort remaja yang terinfeksi HIV yang berpartisipasi atau tidak berpartisipasi dalam orientasi psikodinamik, kelompok dukungan emosional.

Metode: Dari 30 kelompok remaja yang terinfeksi HIV saat perinatal yang datang ke klinik rawat jalan, 10 setuju untuk berpartisipasi dalam kelompok dukungan sebaya (kelompok 1), 10 menolak (kelompok 2) dan 10 orang lain yang tinggal terlalu jauh dari klinik tidak diundang untuk berpartisipasi (kelompok 3). Ketiga kelompok dibandingkan pada awal dan setelah 2 tahun kemudian menggunakan ukuran hasil: skala pengalaman sakit yang dirasakan, persediaan pengobatan yang dirasakan, serta harga diri.

0
0
0
s2sdefault
0
0
0
s2sdefault
Parinita Bhattacharjee, Ravi Prakash, Priya Pillai, Shajy Isac, Mohan Haranahalli, Andrea Blanchard, Maryam Shahmanesh, James Blanchard & Stephen Moses

NCBIDi Karnataka, India Selatan, kami menganalisis peran keanggotaan dalam kelompok sebaya dalam mengurangi risiko dan kerentanan terkait HIV di kalangan pekerja seks perempuan. Analisis data dilakukan terhadap tiga survei yang dilakukan yakni survei perilaku dan penilaian perilaku dan biologis terpadu ( IBBAs). Dengan menggunakan kecenderungan score matching, kami meneliti dampak dari keanggotaan kelompok sebaya termasuk penggunaan kondom, pengalaman kekerasan, akses terhadap hak, dan prevalensi infeksi menular seksual, termasuk HIV. Kelompok diskusi terarah dilakukan pada WPS untuk  memahami persepsi mereka mengenai keanggotaan kelompok sebaya. Anggota kelompok sebaya yang berpartisipasi dalam IBBAs memiliki prevalensi lebih rendah dari gonore dan/atau klamidia (5.2 vs 9.6%, p B0.001), dan terhadap syphilis (8.2 vs 10.3%, pB0.05),dibandingkan dengan yang bukan anggota.

0
0
0
s2sdefault
0
0
0
s2sdefault
Lindsey K Reif§,1,2, Rachel Bertrand3, Charles Benedict3, Matthew R Lamb2, Vanessa Rouzier3, Rose Verdier3, Warren D Johnson1, Jean W Pape1,3, Daniel W Fitzgerald1, Louise Kuhn4 and Margaret L McNairy1,5

ABSTRAK

JIAS LogoPendahuluan: Kelompok usia remaja menyumbang lebih dari 40% infeksi baru HIV di Haiti. Hasil analisis ini membandingkan antara keluaran kelompok remaja dengan HIV positif sebelum dan setelah pelaksanaan  klinik HIV ramah remaja di Port-au-Prince, Haiti.

Metode: Kami melakukan studi kohort denganmenggunakan data program pada kelompok remaja yang positif HIV yang berusia antara 13-19 tahun. Data dari 41,218 remaja yang telah di tes selama kurun Januari 2003 sampai dengan Desember 2012 dimasukkan dalam studi. Hasil pada cascade perawatan HIV dinilai dan dibandingkan antara sebelum dan sesudah pelaksanaan klinik ramah remaja (2009), termasuk tes HIV, masuk atau pendaftaran dalam perawatanpenilaian untuk kelayakan menerima antiretroviral therapy (ART), inisiasi ART dan 12 bulan retensi dalam ART. Hasil pre-ART dinilai 12 bulan setelah tes HIV. Faktor-faktor yang berhubungan dengan pre-ART dan penurunan pada ART diidentifikasi melalui multivariable competing risk dan Cox proportional hazards regression modelling.

0
0
0
s2sdefault
Penelitian

Knowledge Hub

Alert System

Peroleh informasi terbaru dari website ini, silahkan daftar ke alert system di bawah ini.

knowledgehub

knowledgehub

knowledgehub

Informasi

sejarahaids sistemkesehatan kebijakankesehatan kebijakanaids

Didukung oleh

AusAID