NCBIKajian ini dilatarbelakangi oleh dorongan kebijakan internasional terkait dengan peran sekolah sebagai ‘pengganti keluarga’ bagi anak-anak yang terdampak HIV dan AIDS. Dengan melibatkan informan dari kalangan guru dan anggota masyarakat, dikaji mengenai pengalaman mereka selama ini dalam melakukan perawatan / pendampingan kepada anak-anak yang terdampak HIV dan AIDS. Sebenarnya, guru-guru menyadari bahwa mereka dapat mewujudkan peran sekolah sebagai ‘pengganti keluarga’, akan tetapi hal tersebut masih terkendala oleh faktor-faktor relasi antara guru dan murid yang kurang terlalu bagus. Guru, di satu sisi juga harus menghadapi masalah yang dihadapinya sendiri karena persoalan kemiskinan dan situasi politik di Zimbabwe yang tidak menentu. Hal tersebut yang kemudian menyebabkan rendahnya gaji guru di sana; jatuhnya status profesional; ketidakmampuan guru untuk memecahkan HIV dan AIDS yang dihadapinya; masih adanya stigma dan diskriminasi sehingga menghalangi anak-anak untuk mengungkapkan situasinya secara terbuka kepada gurunya; adanya kecenderungan sikap guru yang otoriter, membuat murid takut kepada gurunya; kurangnya kepercayaan pada masyarakat yang lebih luas.

0
0
0
s2smodern

JIASPengantar: Masa remaja adalah masa transisi fisik, emosional dan sosial yang memiliki implikasi bagi kesehatan. Disamping menjadi berisiko tinggi terhadap HIV, populasi kunci muda (YKP) mungkin akan mengalami masalah kesehatan lainnya yang timbul akibat perilaku berisiko tinggi atau tahap perkembangan mereka, atau kombinasi dari keduanya

Metode: Kami meninjau kebutuhan, hambatan dan kesenjangan pelayanan kesehatan non HIV lainnya untuk YKP. Kami mencari artikel dari  PubMed dan Google Cendekia yang memberikan data yang berkaitan dengan usia tertentu pada kesehatan seksual dan reproduksi; kesehatan mental; kekerasan; dan penggunaan narkoba pada remaja, pekerja seks remaja atau muda, laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki, transgender, dan orang-orang yang menyuntikkan narkoba.

0
0
0
s2smodern

Biomed CentralLatar Belakang

Efektivitas Provider Initiated Testing and Counselling (PITC) untuk pasien dengan infeksi menular seksual (IMS) pada sumber daya yang terbatas menjadi perhatian khusus bagi negara-negara dengan prevalensi HIV tinggi seperti Afrika Selatan. Penelitian ini mengevaluasi apakah pendekatan PITC meningkatkan tes HIV di antara pasien dengan kasus IMS baru, dibandingkan dengan konseling standar dan tes sukarela (VCT) di tingkat pelayanan primer di Afrika Selatan dengan prevalensi tinggi dan pada keadaaan sumber daya yang rendah.

0
0
0
s2smodern
Schwartländer, Bernhard, et al, The Lancet,  Volume 377, No. 9782, p2031-2014, 11 June 2011

ResearchGatePerubahan-perubahan mendasar sangat dibutuhkan untuk mewujudkan pendekatan yang strategis dan dan terarah dalam investasi dalam penanggulangan AIDS yang akan menghasilkan dampak yang positif dalam jangka panjang. Salah satu komponen penting dalam investasi ini adalah perlunya program penanggulangan HIV dan AIDS agar lebih efektif dan berkekanjutan untuk bersinergi dengan kebijakan perlindungan sosial yang berlaku.

0
0
0
s2smodern
Carlos F. Cáceresa, Peter Aggletonb, and Jerome T. Galeac

Ilustrasi | Kebijakan AIDS IndonesiaTerlepas dari berbagai macam program penanggulangan HIV pada lelaki yang berhubungan seks dengan lelaki (LSL) dan, lebih umum lagi, pada populasi yang memiliki keberagaman seksual, gay dan  kelompok lelaki homoseksual yang aktif lainnya yang meningkatkan resiko penularan HIV dan juga konsekuensi lainnya. Tulisan ini menganalisis beberapa alasan atas situasi ini dan menawarkan rekomendasi kebijakan dan programatik untuk membantu menyelesaikan permasalahan yang ada. Sosial eksklusi dari kelompok LSL dan transgender merupakan kenyataan yang banyak terjadi di berbagai negara di dunia. Meskipun beberapa negara sudah mencapai kemajuan, namun pada sebagian besar negara didunia, hal ini masih menjadi permasalahan. Tantangan yang ada saat ini adalah terkait dengan kesetaraan dan realisasi kesehatan, termasuk keanggotaan dari kelompok atau suku budaya dengan prevalensi HIV yang tinggi, kualitas dan cakupan layanan serta program yang rendah, termasuk juga dampak dari pengaruh pada tingkat yang lebih tinggi seperti faktor hukum, kebijakan publik, norma sosial dan kebudayaan, yang mana secara bersama-sama mengkonfigurasi lingkungan yang menghambat atau bertentangan dengan terjadinya integrasi dan kebutuhan kelompok-kelompok tertentu.

0
0
0
s2smodern
Penelitian

Knowledge Hub

Alert System

Peroleh informasi terbaru dari website ini, silahkan daftar ke alert system di bawah ini.

knowledgehub

knowledgehub

knowledgehub

Informasi

sejarahaids sistemkesehatan kebijakankesehatan kebijakanaids

Didukung oleh

AusAID