Oral Pre-Exposure Prophylaxis Question and AnswersUNAIDS merespon dengan baik bukti-bukti baru yang dirilis pada bulan Februari 2015 yang menunjukkan bahwa profilaksis pra pajanan (PPrP) menggunakan obat antiretroviral (ARV) dapat berkontribusi dalam melakukan pencegahan HIV.

Hasil temuan pada penelitian penggunaan PPrP menunjukkan efektifitasnya untuk kelompok gay dan LSL, heteroseksual laki-laki dan perempuan, pengguna narkoba dan transgender perempuan yang mengkonfirmasi manfaatnya PPrP sebagai metode tambahan dalam penanggulangan HIV.

Usulan pemakaian PPrP bagi orang yang berisiko tinggi tertular HIV dapat memberikan beberapa keuntungan terutama bagi mereka yang tidak dapat secara konsisten menggunakan metode pencegahan lainnya seperti kondom dan lubrikan. Penggunaan PPrP dalam periode waktu berisiko tinggi HIV menjawab situasi nyata dalam kehidupan dan memperkuat pencegahan dan layanan pengobatan HIV yang lebih komprehensif.

0
0
0
s2smodern
Executive Director’s report

Fast Track | UNAIDSUNAIDS telah mengeluarkan dua flagship report- Fast- track: Ending the AIDS epidemic by 2030 and Outlook: Cities  reportyang menunjukkan bukti bahwa  kemajuan yang dicapai saat ini memungkinkan untuk mencapai target yang ditentukan. Hal ini disampaikan oleh Michel Sidibe executive Director of UNAIDS Geneva seperti dalam  Executive Director Report. Hal yang menarik dari laporan ini adalah penyebutan  Indonesia sebagai  model yang baik dalam memberikan layanan ke populasi kunci dan Indonesia menunjukkan bagaimana pendekatan multi sektor dalam penanggulangan HIV, kombinasi dengan konsitensi kepemimpinan di semua tingkat  telah membantu Indonesia menekan epidemi  AIDS.

0
0
0
s2smodern
Lisa Maher et al. 

Abstrak

Ilustrasi | TempoSaat Hukum dan kebijakan represif terkait pekerja seks berpotensi merusak upaya pencegahan HIV, penelitian empiris mengenai hal itu masih sangat kurang. Pada 2008, Kamboja memperkenalkan peraturan anti perdagangan manusia yang tampaknya dirancang untuk menekan perdagangan manusia dan eksploitasi seks. Berdasarkan penelitian empiris pada para pekerja seks, artikel ini mengkaji dampak dari Undang-undang baru tersebut pada kerentanan HIV dan dampak buruk kesehatan lain.  Mengikuti diberlakukannya hukum tersebut, para pekerja seks melaporkan terusir dari jalanan dan tempat penginapan, yang mempengaruhi kemampuan negosiasi seks yang aman dan meningkatkan paparan kekerasan. Penghancuran jaringan sebaya dan mobilitas mereka juga mengurangi akses pada penjangkauan, kondom dan perawatan kesehatan.

0
0
0
s2smodern

Ilustrasi | windows.netPerilaku berisiko dalam penanggulangan AIDS pada dasarnya merupakan kategori epidemiologis yang memiliki peran kunci dalam mengkonstruksi pemahaman baik secara ilmiah maupun awam tentang permasalahan HIV dan AIDS. Artikel ini menawarkan cara pandang untuk memanfaatkan teori tentang perilaku berisiko dalam kerangka bagaimana perilaku berisiko ini dikonstruksikan. Dua teori yang dibedah adalah adalah situated rationality and social action theories.

0
0
0
s2smodern

Pengantar

Jurnal ini mengulas mengenai proses transformasi teori dan konsep aksi-aksi kesehatan masyarakat serta mengusulkan sebuah model logis (logic model) untuk pengendalian dan pencegahan HIV dan AIDS. Hal ini didasarkan atas potensi kegunaan model tersebut dari penerapannya di dalam mengkaji evolusi pengelolaan dan pencegahan HIV di negara yang paling padat penduduknya, yaitu Cina. Intervensi HIV di Cina ternyata dibagi dalam 2 fase, yaitu fase sebelum dan sesudah tahun 2003, berdasarkan respon pertama kali dari pemerintah Cina atas epidemi HIV yang ada. Logic model mampu memberikan perbandingan informasi mengenai aksi-aksi yang ada selama dua periode tersebut, menitikberatkan pada kepentingan kepemimpinan politik pada masa itu. Risiko penularan HIV di Cina dianggap tinggi karena besarnya jumlah penduduk, tingginya rata-rata migrasi internal, baik dari desa ke kota atau dari kota ke kota, adanya urbanisasi yang massive dan rendahnya pengetahuan mengenai penularan HIV. Dengan demikian, logic model yang diterapkan untuk mengembangkan promosi kesehatan untuk pecegahan HIV di Cina, dua goal utama yang ditetapkan adalah menurunkan epidemi infeksi HIV dan menyediakan akses pengobatan yang layak dan terjangkau bagi siapa saja yang terinfeki HIV. Kedua goal tersebut dapat tercapai bila ada pencegahan perilaku secara berkelanjutan dan reorientasi sistem kesehatan. Untuk itu, strategi yang ditetapkan adalah pendidikan dan komunikasi publik, community mobilization, kepemimpinan politik. Hal ini dimaksudkan agar masyarakat mempunyai pengetahuan yang akurat tentang HIV dan AIDS; masyarakat mempunyai kemampuan personal praktis; terciptanya lingkungan sosial dan ekonomi yang mendukung serta adanya kebijakan publik yang berwawasan kesehatan.

0
0
0
s2smodern
Penelitian

Knowledge Hub

Alert System

Peroleh informasi terbaru dari website ini, silahkan daftar ke alert system di bawah ini.

knowledgehub

knowledgehub

knowledgehub

Informasi

sejarahaids sistemkesehatan kebijakankesehatan kebijakanaids

Didukung oleh

AusAID