Temuan kuantitatif dari penelitian di beberapa negara oleh lembaga PBB pada laki-laki dan kekerasan di wilayah regional Asia dan Pasifik (Fulu et al., 2013)

Ringkasan Eksekutif

Pada tahun 2008, empat lembaga PBB - UNDP, UNFPA, UN Women dan UN Volunteers - bekerjasama melalui program Partners for Prevention (P4P). Bersama-sama mereka meluncurkan penelitian yang dilakukan di beberapa negara tentang laki-laki dan kekerasan di Asia dan Pasifik untuk mendapatkan pengetahuan tentang bagaimana maskulinitas - identitas dan pola yang terjadi yang membentuk norma gender pada laki-laki - yang berhubungan dengan persepsi laki-laki dan perbuatan jaha kekerasan terhadap perempuan dengan tujuan agar dapat melakukan pencegahan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang arti dan penyebab mengapa laki-laki melakukan kekerasan terhadap perempuan. Penelitian dilakukan berdasarkan premis hipotesis yang terdokumentasi dengan baik bahwa kekerasan terhadap perempuan adalah manifestasi dari hubungan gender yang ridak setara dan merupakan manifestasi maskulinitas hegemonik yang muncul dari kepercayaan budaya, institusi dan sistem  patriarki. Namun juga merupakan fakta bahwa tidak semua laki-laki berbuat jahat dan melakukan kekerasan terhadap perempuan dan penelitian ini berusaha untuk mendapatkan faktor-faktor yang mungkin menyebabkan sebagian laki-laki lebih sering atau kurang melakukan kekerasan terhadap perempuan. Penelitian ini juga mencoba mengonseptualisasikan terhadap pengalaman pribadi laki-laki terhadap kejadian kekerasan baik sebagai korban dan/ atau sebagai saksi dan untuk menilai bagaimana hal ini mungkin berhubungan terhadap tindakan jahat yang dilakukan oleh laki-laki dengan jenis kekerasan yang berbeda-beda.

0
0
0
s2smodern

Summary

Background

Tobacco use among people living with HIV results in excess morbidity and mortality. However, very little is known about the extent of tobacco use among people living with HIV in low-income and middle-income countries (LMICs). We assessed the prevalence of tobacco use among people living with HIV in LMICs.

0
0
0
s2smodern
Alexandra B Collins, Surita Parashar, Robert S Hogg, Saranee Fernando, Catherine Worthington, Patrick McDougall, Rosalind Baltzer Turje, Ryan McNeil

Abstract

Introduction: Social-structural inequities impede access to, and retention in, HIV care among structurally vulnerable people living with HIV (PLHIV) who use drugs. The resulting disparities in HIV-related outcomes among PLHIV who use drugs pose barriers to the optimization of HIV treatment as prevention (TasP) initiatives. We undertook this study to examine engagement with, and impacts of, an integrated HIV care services model tailored to the needs of PLHIV who use drugs in Vancouver, Canada – a setting with a community-wide TasP initiative.

0
0
0
s2smodern
Isabelle Funck-Brentanoa, Ce´cile Dalbanb, Florence Vebera, Pierre Quartiera, Serge Hefeza, Dominique Costagliolab and Ste´phane Blanche

Tujuan: Untuk menilai efek dari terapi melalui kelompok dukungan sebaya pada remaja yang terinfeksi HIV.

Desain: Sebuah studi prospektif dari kohort remaja yang terinfeksi HIV yang berpartisipasi atau tidak berpartisipasi dalam orientasi psikodinamik, kelompok dukungan emosional.

Metode: Dari 30 kelompok remaja yang terinfeksi HIV saat perinatal yang datang ke klinik rawat jalan, 10 setuju untuk berpartisipasi dalam kelompok dukungan sebaya (kelompok 1), 10 menolak (kelompok 2) dan 10 orang lain yang tinggal terlalu jauh dari klinik tidak diundang untuk berpartisipasi (kelompok 3). Ketiga kelompok dibandingkan pada awal dan setelah 2 tahun kemudian menggunakan ukuran hasil: skala pengalaman sakit yang dirasakan, persediaan pengobatan yang dirasakan, serta harga diri.

0
0
0
s2smodern
Parinita Bhattacharjee, Ravi Prakash, Priya Pillai, Shajy Isac, Mohan Haranahalli, Andrea Blanchard, Maryam Shahmanesh, James Blanchard & Stephen Moses

NCBIDi Karnataka, India Selatan, kami menganalisis peran keanggotaan dalam kelompok sebaya dalam mengurangi risiko dan kerentanan terkait HIV di kalangan pekerja seks perempuan. Analisis data dilakukan terhadap tiga survei yang dilakukan yakni survei perilaku dan penilaian perilaku dan biologis terpadu ( IBBAs). Dengan menggunakan kecenderungan score matching, kami meneliti dampak dari keanggotaan kelompok sebaya termasuk penggunaan kondom, pengalaman kekerasan, akses terhadap hak, dan prevalensi infeksi menular seksual, termasuk HIV. Kelompok diskusi terarah dilakukan pada WPS untuk  memahami persepsi mereka mengenai keanggotaan kelompok sebaya. Anggota kelompok sebaya yang berpartisipasi dalam IBBAs memiliki prevalensi lebih rendah dari gonore dan/atau klamidia (5.2 vs 9.6%, p B0.001), dan terhadap syphilis (8.2 vs 10.3%, pB0.05),dibandingkan dengan yang bukan anggota.

0
0
0
s2smodern
Penelitian

Knowledge Hub

Alert System

Peroleh informasi terbaru dari website ini, silahkan daftar ke alert system di bawah ini.

knowledgehub

knowledgehub

knowledgehub

Informasi

sejarahaids sistemkesehatan kebijakankesehatan kebijakanaids

Didukung oleh

AusAID