Rasanya hampir semua perempuan menyukai boneka Barbie di kala mereka kecil. Boneka cantik ini memang sudah sejak lama menjadi mainan favorite anak-anak di belahan dunia manapun, khususnya mainan untuk anak perempuan. Bak seorang gadis, boneka Barbie yang dihadirkan pun banyak jenis, model dan seri barbie.

Boneka barbie ini spesial, karena dibuat oleh tangan para napi perempuan yang terdiri dari 80 persen korban narkoba dan 20 persen single parent. Sebelumnya, para napi perempuan diberikan pelatihan atau training terlebih dahulu, hingga akhirnya mereka dapat memproduksi boneka Batik Girl.

Adalah Lusi Efriani, otak di balik Batik Girl. Dia melalui sebuah lembaga non profit, Yayasan Cinderella from Indonesia Center ingin menyampaikan kampanye dan misi sosial sejak tahun 2013 ke Indonesia maupun dunia dengan program Batik Girl Roadshow. Lusi memberdayakan narapidana wanita yang ada di Lembaga Pemasyarakatan Batam dan Jakarta.

Tujuannya pun bukan mencari keuntungan namun digunakan untuk program kemanusiaan pembinaan anak jalanan, penderita HIV/AIDS, para mantan narapidana sampai orangtua tunggal. Seluruh hasil penjualan boneka yang dibuat pada 2013 itu didedikasikan untuk amal serta untuk pemberdayaan napi itu sendiri.

Sumber

0
0
0
s2smodern
Penelitian

Knowledge Hub

Alert System

Peroleh informasi terbaru dari website ini, silahkan daftar ke alert system di bawah ini.

knowledgehub

knowledgehub

knowledgehub

Informasi

sejarahaids sistemkesehatan kebijakankesehatan kebijakanaids

Didukung oleh

AusAID