Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim mencanangkan 3 Zero dalam rangka mencapai target indikator kesehatan, yaitu kesehatan yang baik. Menggandeng Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Gorontalo bersama dengan Perguruan Tinggi melaksanakan kegiatan "Getting To 3 Zero" untuk menekan angka generasi muda yang menjadi korban HIV-AIDS.

"Jadi 3 Zero yaitu pertama tidak ada infeksi baru HIV, kemudian tidak ada kematian akibat AIDS, dan yang terakhir tidak ada stigma dan diskriminasi untuk mencapai eliminasi HIV pada 2030 mendatang," jelasnya, Sabtu (3/2).

Ia menambahkan, semakin banyak masyarakat yang sadar dan mengetahui status HIV dan tidak menularkan virusnya ke orang lain, serta mendapatkan pengobatan Antiretroviral (ARV) dini, dapat mendorong percepatan tercapainya penurunan epidemi HIV agar Indonesia dapat mencapai '3 Zero.

"Saat ini, sudah ada jutaan orang di dunia, terutama generasi muda telah menjadi korban HIV dan Narkoba. Sementara itu, tentunya semua telah memahami bahwa masa depan suatu masyarakat, bangsa dan negara adalah berada di pundak generasi mudanya," katanya.

Oleh sebab itu, sebagai pusat pengetahuan dan pengembangan kualitas sumber daya manusia, perguruan tinggi dapat berkontribusi dalam penanggulangan HIV-AIDS.

"Peran kaum intelektual muda dinilai cukup signifikan, khususnya dalam mengkampanyekan penanggulangan penyakit yang belum ditemukan obatnya, serta mengubah paradigma masyarakat terhadap Orang Dengan HIV-AIDS (ODHA)," tambahnya lagi.

Idris menambahkan, bahwa kaum intelektual muda tersebut juga dapat menjadi garda terdepan dalam upaya meminimalisir persebaran penyakit yang umumnya diderita kaum muda.[]

Sumber

0
0
0
s2smodern
Penelitian

Knowledge Hub

Alert System

Peroleh informasi terbaru dari website ini, silahkan daftar ke alert system di bawah ini.

knowledgehub

knowledgehub

knowledgehub

Informasi

sejarahaids sistemkesehatan kebijakankesehatan kebijakanaids

Didukung oleh

AusAID