Jayapura, - Komisi V DPR Papua yang membidangi Kesehatan dan Pendidikan meminta, Dana hibah dari Pemprov Papua ke Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi perlu ditinjau kembali. Hal itu ditegaskan, Wakil Ketua Komisi V DPR Papua, Maria Duwitau.

Menurutnya hal itu perlu dilakukan karena kinerja KPA Papua selama ini dianggap belum menunjukkan hasil maksimal.

Bahkan ungkapnya, Komisi V DPR Papua sendiri tak pernah tahu apakah KPA mengumumkan perkembangan jumlah penderita ODHA di Papua setiap tahun dan sejauh mana penanganannya.

"Padahal KPA mendapat dana hibah dari pemprov. Jika memang kinerja KPA Papua tak maksimal, sebaiknya dana hibah pemerintah daerah kepada lembaga itu dihentikan, dan diberikan kepada yayasan swasta atau milik gereja yang selama ini kinerjanya sudah terlihat dalam penanganan ODHA," tegas Maria kepada Wartawan, akhir pekan kemarin.

Politisi Partai berlambang Mercy ini, mencontohkan, ada beberapa yayasan milik gereja di Papua selama ini bergerak dalam bidang HIV dan AIDS di antaranya Rumah Sakit Dian Harapan yang berada di bawah yayasan Gereja Katolik dan milik GKI.

Menurutnya, Rumah Sakit Dian Harapan, memiliki tempat perawatan ODHA dan tahu berapa penderita HIV dan berapa AIDS. Begitu juga milik Gereja Kristen Injili (GKI) di Kolewale, dan tahu persis jumlah penderita yang mereka tangani.

"Daripada dana diberikan ke KPA tapi jalan dengan hamburkan uang tanpa status jelas. Untuk apa dana diberikan kalau KPA tak menununjukkan kinerjanya," ketus Maria.

Untuk itu tegasnya, Komisi V DPR Papua, akan mengusulkan kepada penjabat gubernur maupun gubernur Papua terpilh nantinya agar dana ke KPA ditinjau kembali.

"Lebih baik diberikan dan itu kepada yayasan atau pihak yang kerjanya sudah kelihatan, dari pada KPA tapi tidak jelas. Jadi kami minta dana ke KPA ditinjau kembali," tegasnya. (TIARA)

Sumber: https://www.pasificpos.com/item/27736-komisi-v-minta-dana-kpa-perlu-ditinjau-kembali

 

0
0
0
s2smodern
Penelitian

Knowledge Hub

Alert System

Peroleh informasi terbaru dari website ini, silahkan daftar ke alert system di bawah ini.

knowledgehub

knowledgehub

knowledgehub

Informasi

sejarahaids sistemkesehatan kebijakankesehatan kebijakanaids

Didukung oleh

AusAID