JAKARTA - Ketua Koalisi Perlindungan Kesehatan Ma­syarakat (Kopmas), Arif Hidayat, mendesak Kementeri­an Kesehatan (Kemenkes) memastikan ketersediaan obat antiretroviral (ARV) jenis Tenofovir, Lamivudine, dan Efa­virenz (TLE) bagi penderita HIV/AIDS mencukupi. Dengan demikian, penderita HIV-AIDS atau ODHA bisa tetap pro­duktif serta dapat meningkatkan kualitas hidupnya.

Desakan Kopmas tersebut menyusul adanya simpang siur informasi perihal ketersediaan obat ARV di Indonesia.

Direktur Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Me­nular Langsung, Kementerian Kesehatan, Wiendra Wowo­runtu, mengatakan Global Fun memasok 220.000 botol obat untuk ODHA untuk kebutuhan sampai Maret 2019. Bahkan, Kemenkes telah mengajukan tambahan 29.000 botol untuk kebutuhan sampai Juni 2019, sehingga sangat cukup.

Namun, ARV Community Officer Indonesia AIDS Coali­tion, Irwandy Widjaja, punya catatan berbeda. Menurut­nya, stok ARV jenis TLE belakangan menipis di sejumlah daerah, seperti Medan, Surabaya, Semarang, dan Makas­sar. Hal ini, menurut dia, merupakan ancaman bagi para ODHA. “Jumlah virus HIV dalam tubuh mereka akan bertambah, kebebalan tubuh mereka tentu semakin me­nurun,” katanya.

Karena itu, dia meminta kepada Kemenkes untuk memas­tikan stok ARV betul-betul mencukupi. Selama ini, pemerin­tah menyedikan ARV secara cuma-cuma bagi para ODHA di rumah sakit dan puskemas yang ditunjuk. ang/E-3

Sumber: http://www.koran-jakarta.com/kemenkes-diminta-pastikan-obat-untuk-odha-cukup/

 

0
0
0
s2smodern
Penelitian

Knowledge Hub

Alert System

Peroleh informasi terbaru dari website ini, silahkan daftar ke alert system di bawah ini.

knowledgehub

knowledgehub

knowledgehub

Informasi

sejarahaids sistemkesehatan kebijakankesehatan kebijakanaids

Didukung oleh

AusAID