Ahmad Zubaeri (Staff Monev Yayasan Vesta Indonesia)

Temukan Obati PertahankanSerial diskusi kultural pada Bulan Juli ini diselenggarakan atas kerjasama Tim Kebijakan HIV dan AIDS PKMK FK UGM dengan Yayasan Vesta Indonesia dengan mengambil tema “(T)emukan, (O)bati, (P)ertahankan”. Diskusi diselenggarakan pada tanggal 29 Juli 2016, di kantor Yayasan Vesta Indonesia dan diikuti oleh peserta dari unsur LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat), dinas kesehatan, KPA Kota Yogyakarta, KPA Provinsi serta perwakilan dari OBK (Organisasi Berbasis Komunitas) LSL, Waria dan WPS (Wanita Pekerja Seks). Ada dua narasumber yang diundang sebagai pemantik diskusi kultural ini, yakni Ignatius Praptoraharjo (PKMK FK UGM) atau biasa disapa Gambit, memaparkan mengenai salah satu strategi nasional yang dikembangkan dalam upaya penanggulangan HIV dan AIDS, yaitu yaitu TOP.Narasumber yang kedua adalah Suprianto Slamet atau yang akrab disapa Antok dari Yayasan Vesta Indonesia/YVI,memaparkan salah satu komponen dalam strategi TOP, yaitu “Temukandikaitkan dengan strategi GF (Global Fund) dalam model pendekatan search and find.

0
0
0
s2smodern
Reportase Diskusi Kultural, 22 Juni 2016

Diskusi Kultural | Kebijakan AIDSSerial diskusi kultural pada Bulan Juni ini diselenggarakan atas kerjasama Tim Kebijakan AIDS PKMK FK UGM dengan CD Bethesda, mengambil tema tentang Pengobatan Tradisional Terhadap Kasus HIV dan AIDS. Diskusi diselenggarakan pada tanggal 22 Juni 2016, diikuti oleh peserta dari LSM, dinas kesehatan, dan KPA Kota Yogyakarta, dan KPA Propinsi. Ada dua narasumber yang memaparkan materi  yakni Priambodo, S.Farm., Apt. dari CD Bethesda tentang perpektif pengobatan tradisional dalam mengatasi efek samping pengobatan ARV, serta dr. Yanri Wijayanti Subronto, Ph.D, Sp.PD. yang memaparkan pengobatan HIV dari perspektif medis.

0
0
0
s2smodern
Reportase Diskusi Kultural, 13 Mei 2016

Diskusi SRAD | Kebijakan AIDS IndonesiaKebijakan AIDS PKMK FK UGM bekerjasama dengan Komisi Penanggulangan AIDS kota Yogyakarta, pada tanggal 13 Mei 2016 melakukan forum diskusi yang bertujuan untuk meninjau kembali implementasi  Strategi Rencana Aksi Daerah (SRAD) dalam penanggulangan HIV dan AIDS, khususnya di Kota Yogyakarta. Diskusi ini diikuti oleh kurang lebih 17 orang yang  sebagian besar berasal dari LSM.

Topik diskusi ini dipilih sebagai pemantik diskusi menjaring  masukan sebagai awalan untuk memulai penyusunan SRAD  periode 2016-2019 di Kota Yogyakarta.  Sekretaris KPA Kota Yogyakarta dalam paparannya menyampaikan mekanisme penyusunan SRAD yang secara garis besar meliputi; (1)Pembentukan tim penyusun SRAD yang diperkuat dengan SK Walikota,  (2) Perencanaan mekanisme penyusunan SRAD, (3) Lokakarya dengan melibatkan para pemangku kepentingan termasuk  ketua dan pelaksana harian KPA Kota Yogyakarta, (4) Penyusunan draft SRAD, (5) Pertemuan konsenering dengan outputnya adalah draft SRAD, (6) Editing draft SRAD dan (7) Penandatanganan dokumen SRAD.

0
0
0
s2smodern
Repotase Diskusi Kultural, 9 November 2015

Diskusi Kultural | Kebijakan AIDS IndonesiaSerial diskusi kultural yang diselenggarakan di Joglo Java Tea House, pada tanggal 9 November 2015, diikuti oleh kurang lebih 30 peserta diskusi yang berasal dari LSM, akademisi, serta dinas kesehatan. Diskusi kali ini mengangkat tema tentang Model Estimasi Menghitung Orang, dengan menghadirkan narasumber Paul Kellner, dari University of Oxford.

Paul Kellner, adalah seorang Anthropolog sedang memotret fenomena orang-orang jalanan dengan metode etnografi orang-orang jalanan.  Sebuah pengalaman riset yang dilakukan oleh Paul Kellner yang memotret  orang-orang yang hidup di jalanan New York City  yang mengembangkan sebuah model estimasi untuk  orang-orang yang hidup di jalanan, yang selanjutnya dilakukan untuk mengembangan studi etnografi tentang “identity performance” pada segelintir kelompok remaja berbasis di jalan di Yogyakarta. Estimasi tentang sebuah populasi sangat mendasar untuk diketahui secara terukur tentang berbagai hal  yang mungkin untuk mengembangkan intervensi tertentu. Metode yang dilakukan untuk menghitung populasi ini adalah dengan menghitung kepala (head counts) serta diskusi. Kendala yang dialami dalam studi ini adalah  Visibilitas bahwa mereka yang terlihat di jalan lebih sedikit dari jumlah sebenarnya. (underestimate), enumerator tidak mempunyai cukup pengetahuan local, mobilitas menjadikan penghitungan yang berlebihan (overestimate), serta bias dalam cara pandang enumerator karena pembekalan yang seadanya. Dalam diskusi ini narasumber tidak hanya memaparkan tentang metode dan kendala yang dialami, namun juga memaparkan tentang proses studi secara detail dan manfaat dari studi penghitungan populasi remaja di jalan.

0
0
0
s2smodern

Diskusi Kultural dengan SAPDASerial diskusi kultural edisi Maret, diselenggarakan bekerjasama dengan Sentra Advokasi Perempuan, Difabel dan Anak (SAPDA), pada tanggal 31 Maret 2016. Diskusi yang mengangkat tema ini tentang disabilitas dan kesehatan seksual reproduksi, dihadiri oleh lebih dari 40 orang yang berasal dari jaringan SAPDA dan jaringan Tim Kebijakan AIDS PKMK FK UGM. Sebagai pemantik diskusi, ada 2 orang narasumber yang merupakan orang tua dari anak dengan penyandang disabilitas, menyampaikan paparan pengalaman mengasuh dan mendampingi anak dengan kebutuhan khusus, 1 orang narasumber dari penyandang disabilitas, dan selanjutnya paparan hasil penelitian oleh SAPDA.

0
0
0
s2smodern
Penelitian

Knowledge Hub

Alert System

Peroleh informasi terbaru dari website ini, silahkan daftar ke alert system di bawah ini.

knowledgehub

knowledgehub

knowledgehub

Informasi

sejarahaids sistemkesehatan kebijakankesehatan kebijakanaids

Didukung oleh

AusAID