Oleh: M. Suharni dan Hersumpana

Diskusi KulturalMenutup jurang kesenjangan penanggulangan HIV dan AIDS adalah tema Hari AIDS  Sedunia yang dipilih oleh UNAIDS seperti yang disampaikan dalam web resmi UNAIDS[1]. UNAIDS telah mengidentifikasi ada 12 kelompok yang masih terdapat  kesenjangan antara kebutuhan dan kenyataan layanan HIV dan AIDS.  Dua belas kelompok itu adalah; 1.  Perempuan Muda, 2. Warga Binaan, 3. Pekerja Migran, 4. Pengguna Napza Suntik, 5.  Pekerja Seks, 6. Lelaki seks dengan Lelaki, 7.  Transjender, 8. Wanita Hamil, 9. Anak-anak, 10. Kaum difable, 11.  Kaum penyintas karena korban bencana, konflik atau perang.  12. ODHA.  Terkait dengan kelompok ini pemerintah Indonesia sudah melakukan banyak hal, namun ada beberapa kelompok yang belum mendapat perhatian optimal baik dari sisi kebijakan apalagi dari program untuk mereka. 

0
0
0
s2smodern
Oleh: Chrysant L. Kusumowardoyo dan M. Suharni

Diskusi Kultural Kampung Ledok TukanganKampung Ledok Tukangan adalah perkampungan yang terletak di bantaran Kali Code, di pusat kota Yogyakarta. Kampung ini berdekatan dengan Malioboro dan Pasar Bringharjo, sehingga tidak heran banyak warganya yang menggantungkan kehidupannya di pusat industri pariwisata ini. Seperti kebanyakan kampung-kampung urban di Indonesia, pemukiman di daerah ini sangat padat, dengan akses berupa jalan setapak  yang hanya bisa dilalui oleh pejalan kaki atau pun sepeda motor secara bergantian.

Di kampung inilah Sanggar Anak Kampung Indonesia (SAKI) mengadakan diskusi kultural di penghujung bulan Oktober 2014. Diskusi ini dimulai dengan urun rembuk antara pengurus SAKI dan  Tim Peneliti AIDS PKMK- UGM tentang perlunya mengetahui bagaimana masyarakat menyuarakan kepeduliannya terhadap kondisi mereka sendiri. Selanjutnya SAKI memformat kegiatan ini dalam bentuk sarasehan dengan warga Kampung Ledok Tukangan di serambi Mesjid Istiqomah sejak pukul 19.20 sampai pukul 21. 15 WIB.

0
0
0
s2smodern
Oleh: Hersumpana Ignatius

Rekomendasi untuk Draft Strategi dan Rencana Aksi Nasional (SRAN) HIV dan AIDS 2015-2019 yang sedang disusun oleh Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) ini secara khusus berfokus pada permasalahan dan isu-isu intergrasi upaya penanggulangan HIV dan AIDS ke dalam sistem kesehatan. Pembahasan mengenai hal tersebut mendominasi berbagai aspek yang dituang dalam Draft SRAN yang baru ini. PKMK-FK UGM dan DFAT Australia memberikan masukan konsep integrasi secara fungsional dan struktural yang dapat membantu mempertajam sistematika dalam proses penyusunan dokumen SRAN secara komprehensif.

0
0
0
s2smodern
Oleh: Eviana Hapsari Dewi

Pengantar

Diskusi Serial Pegiat AIDS YogyakartaTujuan dari diskusi terbatas pegiat AIDS di Yogyakarta adalah untuk mengkaji substansi dari draf Strategi dan Rencana Aksi Nasional HIV dan AIDS 2015-2019 agar mampu memahami secara lebih mendalam berbagai strategi dan rencana aksi penanggulangan AIDS di Indonesia di masa depan. Diskusi ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai kesenjangan-kesenjangan yang mungkin masih tampak pada draf tersebut sehingga bisa disusun rekomendasi-rekomendasi terkait dengan hal-hal tersebut. Diskusi ini dilaksanakan sebagai bentuk partisipasi pegiat AIDS di dalam perumusan kebijakan strategis penanggulangan AIDS di Indonesia dimana DIY merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang terdampak penyebaran HIV dan AIDS baik pada populasi kunci maupun populasi umum dimana hal ini tampak pada kecenderungan semakin meningkat dan meluasnya penyebaran HIV dan AIDS di Yogyakarta. Oleh karena itu, berbagai macam strategi dan rencana aksi yang dikembangkan dalam SRAN 2015-2019 akan berimbas pada penanggulangan HIV dan AIDS di Yogyakarta.

0
0
0
s2smodern
Oleh: Sudirman Natsir dan Shanti Rizkiani

MakassarPada tanggal 16 Juli 2014 lalu, tim peneliti Universitas Hasanuddin (Sudirman Nasir, Shanti Riskiyani dan Siti Salmah) mengadakan pertemuan budaya (cultural meeting) dengan penerima manfaat (beneficiaries) program-program penanggulangan HIV dan AIDS dan populasi kunci di Kota Makassar. Pertemuan budaya ini berlangsung di Balla'ta, sebuah komunitas populasi kunci di Kota Makassar. Balla'ta berlokasi di daerah Panakukkang (saat ini merupakan pusat Kota Makassar) dan juga dekat dengan salah satu pusat layanan kesehatan yang memiliki unit Harm Reduction dan dijadikan sebagai layanan HIV-AIDS.

0
0
0
s2smodern
Penelitian

Knowledge Hub

Alert System

Peroleh informasi terbaru dari website ini, silahkan daftar ke alert system di bawah ini.

knowledgehub

knowledgehub

knowledgehub

Informasi

sejarahaids sistemkesehatan kebijakankesehatan kebijakanaids

Didukung oleh

AusAID