0
0
0
s2sdefault

Dari Penelitian ke Gerakan PerubahanRangkaian penelitian yang dilaksanakan oleh Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK), Fakultas Kedokteran, Universitas Gadjah Mada dengan dukungan dana dari Departmentof Foreign Affairs and Trade (DFAT ), Pemerintah Australia tentang integrasi kebijakan dan program penanggulangan HIV dan AIDS ke dalam sistem kesehatan, sejak awal dirancang tidak hanya sebagai sebuah kegiatan penelitian semata, tetapi juga diarahkan untuk mendorong terjadinya perubahan, baik pada tingkat individu (perubahan pengetahuan, sikap dan perilaku dari individu-individu yang terlibat dalam penelitian) maupun pada tingkat struktural (kebijakan penanggulangan HIV dan AIDS di tingkat daerah dan nasional). Perubahan ini merujuk pada aktualisasi dari potensi yang bermakna bahwa potensi berbagai pihak yang terlibat di dalam penelitian didorong agar diaktualisasikan dalam praksis kebijakan dan program. Refleksi atas potensi ini diinisiasi melalui berbagai kegiatan penelitian dan pengembangan kapasitas yang dirancang dalam penelitian yang berbentuk pelatihan, pembelajaran terpadu online  dan offline, penyediaan sumber-sumber pengetahuan, diskusi kultural, pertemuan nasional dan publikasi dalam bentuk laporan penelitian, policy brief dan kertas kebijakan. Pada gilirannya aktualisasi juga diinisiasi melalui forum-forum tersebut. Selama kurang lebih 3 tahun, upaya ini telah dilakukan di 9 kota (Yogyakarta, Jakarta, Surabaya, Denpasar, Kupang, Manokwari, Jayapura, Makassar dan Medan) yang masing-masing diinisiasi dan digerakkan oleh berbagai pegiat penanggulangan HIV dan AIDS termasuk para peneliti universitas yang ada di kota masing-masing.

0
0
0
s2sdefault
0
0
0
s2sdefault

Catatan Atas Kebijakan dan Program HIV AIDS di IndonesiaIde awal penelitian Integrasi Kebijakan dan Program Penanggulangan HIV & AIDS ke dalam Sistem Kesehatan yang dilaksanakan oleh Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK) Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada dengan dukungan dari Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT), Pemerintah Australia, berangkat dari kenyataan bahwa program HIV & AIDS di Indonesia merupakan bagian dari inisiatif kesehatan global untuk merespon situasi epidemi di Indonesia. Oleh karenanya, permasalahan integrasi dengan sistem kesehatan menjadi sebuah pertanyaan besar mengingat berbagai penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa model penanggulangan HIV & AIDS yang didorong oleh inisiatif kesehatan global telah mengakibatkan berbagai konsekuensi negatif pada sistem kesehatan, seperti terbangunnya sistem pelayanan kesehatan yang paralel; diterapkannya model-model intervensi yang bersifat global; dan terpisahnya layanan HIV & AIDS dari pelayanan kesehatan lainnya yang justru memperbesar eksklusi sosialbagi kelompok marginal. Beranjak dari ‘keprihatinan’ tersebut, maka penelitian ini mengembangkan tiga agenda utama yang dikaji dan direkomendasikan selama proses penelitian ini berlangsung. Ketiga agenda tersebut adalah (1) pentingnya integrasi program HIV & AIDS ke dalam sistem kesehatan, (2) mengintegrasikan pendekatan struktural ke dalam intervensi penanggulangan HIV & AIDS saat ini yang didominasi oleh pendekatan individual, yang pada dasarnya diintroduksikan oleh inisiatif kesehatan global, dan (3) mendorong pelayanan kesehatan yang inklusif mengingat populasi utama dari penanggulangan HIV & AIDS ini adalah kelompok yang terpinggirkan di dalam masyarakat.

0
0
0
s2sdefault
0
0
0
s2sdefault

Kebijakan dan Program HIV AIDS Dalam Sistem Kesehatan di IndonesiaLaporan final penelitian ini merupakan penutup dari rangkaian penelitian yang dimulai dan dilaksanakan oleh Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK) Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada. Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan pemikiran bahwa respon HIV dan AIDS dinegara-negara berkembang sebenarnya merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari dukungan Global Health Initiatives (GHI) yang memberikan dukungan teknis dan keuangan dalam memperkuat sistem pelayanan kesehatan bagi penanganan epidemi HIV dan AIDS. Sayangnya bagi beberapa negara berkembang dukungan GHI tersebut dianggap menggantikan peran pemerintah dalam penanganan HIV dan AIDS.  Hal ini berdampak pada munculnya system pelayanan kesehatan paralel yang memisahkan pelayanan khusus untuk HIV dan AIDS (yang didanai oleh GHI) dengan pelayanan kesehatan lainnya yang didanai pemerintah. Akibatnya terdapat kesenjangan dan pemisahan sistem kesehatan yang mendorong pindahnya tenaga kesehatan ke program-program penanganan HIV dan AIDS.

Mempertimbangkan pentingnya keberlanjutan penanganan HIV dan AIDS di Indonesia, yang masih menggantungkan pendanaan dari GHI, diperlukan pemahaman yang lebih baik mengenai sejauh mana dukungan GHI ini telah memperkuat sistem kesehatan di Indonesia dan seberapa jauh penanganan HIV dan AIDS telah terintegrasi kedalamnya. Penelitian ini menjadi relevan karena sebenarnya konsep integrasi telah dijadikan strategi utama oleh pemerintah untuk meningkatkan efektifitas penanganan HIV dan AIDS termasuk pelibatan pemerintah daerah yang lebih besar.

0
0
0
s2sdefault
0
0
0
s2sdefault

Model Pencegahan HIV Melalui Transmisi Seksual di Tingkat Pelayanan Primer Puskesmas dan JejaringnyaINDONESIA sedang mengalami potensi pergeseran epidemi, awalnya didominasi oleh penularan melalui jarum suntik pada kelompok pengguna narkoba suntik (penasun), kemudian penularan seksual pada populasi wanita penjaja seks (WPS); kini didominasi oleh penularan seksual pada WPS dan laki-laki seks dengan laki-laki (LSL) termasuk waria, yang mencapai 90% dari proyeksi infeksi baru HIV-AIDS 70,000 – 80,000/tahun sepanjang 2014-2019. Sebuah model intervensi spesifik pencegahan penularan seksual kepada populasi kunci, yakni program pencegahan melalui transmisi seksual (PMTS), telah dikembangkan sejak tahun 2010 sebagai respons terhadap perkembangan epidemi HIV di Indonesia. Sayangnya program tersebut lebih banyak mengandalkan dukungan finansial mitra internasional.

Penelitian hasil kerjasama PKMK FK UGM dengan Department of Foreign Affairs (DFAT) ini menghasilkan usulan model layanan yang terintegrasi agar PMTS dapat terus berlangsung di tingkat pelayanan kesehatan dasar (primary health care, PHC), serta model kebijakan operasional yang mendukung terlaksananya integrasi. Penelitian ini memilih layanan primer sebagai fokus pelayanan PMTS karena posisi, peran, dan kontribusinya dalam upaya penanggulangan HIV-AIDS di Indonesia telah teruji.

0
0
0
s2sdefault
0
0
0
s2sdefault

Studi Kasus Integrasi Kebijakan dan Program HIV AIDS ke Dalam Sistem Kesehatan di IndonesiaTujuan integrasi penanggulangan HIV dan AIDS ke dalam sistem kesehatan untuk memperkuat efektivitas, efisiensi dan keadilan penanggulangan HIV dan AIDS beserta sistem kesehatannya. Penelitian-penelitian tentang integrasi sebelumnya lebih banyak melihat program penanggulangan HIV dan AIDS secara keseluruhan. Jika dicermati lebih lanjut setiap intervensi dalam program penanggulangan HIV dan AIDS memiliki karakteristik dan problematika yang berbeda. Hal ini tentunya berpengaruh terhadap tingkat integrasinya ke dalam sistem kesehatan. Kajian kasus integrasi intervensi spesifik dalam penanggulangan HIV dan AIDS yang disajikan dalam buku ini merupakan kajian pelaksanaan intervensi-intervensi yang mencakup pencegahan HIV melalui transmisi seksual (PMTS) bagi wanita pekerja seks (WPS), lelaki yang berhubungan dengan lelaki (LSL), pengurangan dampak buruk napza suntik yang secara spesifik melihat layanan alat suntik steril (LASS), keterkaitan antara tes HIV baik secara sukarela (KTS) maupun inisiatif dari penyedia layanan (KTIP) dengan perawatan HIV (KTS & link to care) dan pegobatan ARV yang dilaksanakan di tingkat kabupaten/kota. Tujuan dari kajian kasus ini untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi tingkat integrasi penanggulangan HIV dan AIDS ke dalam sistem kesehatan serta untuk mengeksplorasi mekanisme kontribusi tingkat integrasi tersebut terhadap efektivitas penanggulangan HIV dan AIDS di tingkat kabupaten.

0
0
0
s2sdefault
Penelitian

Knowledge Hub

Alert System

Peroleh informasi terbaru dari website ini, silahkan daftar ke alert system di bawah ini.

knowledgehub

knowledgehub

knowledgehub

Informasi

sejarahaids sistemkesehatan kebijakankesehatan kebijakanaids

Didukung oleh

AusAID