Jayapura, Jubi - Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Papua akan merekrut 500 relawan yang akan disebar ke 28 kabupaten dan satu kota di wilayah itu.

"Kita akan bagi ke lima wilayah adat,"ungkap Yan Matuan ketua KPA provinsi Papua, kepada wartawan di sela-sela pembekalan kepada relawan pada 24 Januari 2018 di Hotel Enang Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua.

Wilayah adat itu meliputi Meepago, Lapago, Sairery, Animha dan Mamta. Satu wilayah adat akan ada 100 relawan.

Katanya, perekrutan ini syarat utamanya yakni punya hati untuk menyelamatkan diri dan sesamanya yang belum kena virus dan merawat yang sudah dengan virus di Papua.

"Cukup kumpul kartu tanda penduduk,"katanya.

Menurut dia, KPA tidak butuh persyaratan birokrasi yang membatasi orang yang punya hati untuk kerja.

"Kita ini tidak butuh orang yang duduk. Kita butuh banyak orang yang masuk ke pasar, kebun dan kampung,"ungkap pria sebelumnya bergiat pada isu-isu anti korupsi ini.

Weki Gombo, salah satu penggurus KPA provinsi mengatakan relawan yang direkrut itu akan diturunkan denggan pola pendekatan berbasis komunitas.

"Kita akan lihat siapa yang bisa masuk ke kelompok ini. Kita akan menempatkan dia di situ,"katanya.

Menurut dia, kehadiran relawan yang bisa diterima oleh komunitas, akan menjadi  hal yang sangat menentukan.

Dokter senior, dr Gunawan mengatakan dirinya sangat yakin dengan metode pendekatan komunitas basis masyarakat adat. Kehadiran masyarakat adat dapat menekan perkembangan jumlah penderita HIV/AIDS.

"Saya makin bangga dengan keterlibatan masyarakat adat ini ini akan kerja maksimal,"katanya.

Dinas Kesehatan Provinsi Papua telah merilis, penderita HIV/AIDS hingga 2018 berjumlah 38.874 sejak kasus pertama di Merauke 1992.(*)

Sumber: https://www.tabloidjubi.com/artikel-23016-kpa-papua-akan-rekrut-500-relawan-hivaids.html

 

Supported by

AusAID