Kaltim Post, 6 Juli 2014
SANGATTA – Sejumlah pekerja perusahaan perkebunan kelapa sawit yang berada di pedalaman diduga rentan mengidap penyakit Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS). Penyebabnya, karena kebiasaan "jajan" sebagian pekerja di sejumlah tempat lokalisasi yang berada tak jauh dari kawasan perusahaan.
Dr Leni, salah seorang petugas kesehatan yang berada di perusahaan perkebunan sawit PT Karya Nusa Eka Daya, Kecamatan Telen, Kutai Timur, mengatakan perilaku sejumlah pekerja tersebut didasarkan karena jauh dari keluarga. Sehingga mereka menyalurkan nafsu berahinya ke tempat-tempat prostitusi. "Dari pantauan kami, rata-rata pekerja sawit setelah gajian banyak yang datang ke lokalisasi.
Apalagi yang belum memiliki istri. Itu sebabnya, kuat dugaan kalau dari beberapa pekerja itu ada yang terjangkit penyakit mematikan ini," kata Leni. Untuk meminimalisasi terjadinya hal tersebut, dia beserta timnya kerap kali melakukan sosialisasi dan imbauan di berbagai tempat. Mulai Puskesmas, Posyandu, perusahaan, hingga ke pengajian-pengajian. "Hanya sekadar imbauan saja yang hanya bisa kami lakukan.
Selebihnya, kami minta KPAK (Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten) untuk membantu melakukan pemeriksaan," sebutnya. Senada, Kepala Dinas Kesehatan Kutim Aisyah mengatakan, secara medis batas kemampuan laki-laki untuk menahan libidonya hanya hingga 4 bulan. Sementara, rata-rata para pekerja tersebut jauh dari istri dan waktu cuti yang diberikan oleh perusahaan hanya 1 tahun sekali.
Sehingga, faktor itulah yang membuat para pekerja mencari pelarian dengan datang ke lokalisasi. "Seharusnya, perusahaan jangan memberikan cuti setahun sekali, tetapi empat bulan sekali. Biar bisa berkumpul dengan istrinya. Jadi tidak akan macam-macam," kata Aisyah.
Sementara itu, Sekertaris KPAK Kutim Harmadji Partodarsono mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum mendata secara langsung para pekerja di perusahaan perkebunan. Namun, atas informasi ini pihaknya akan melakukan pemeriksaan. "Untuk saat ini kami belum bisa terjun langsung mengecek di sana (perusahaan sawit, Red). Namun dalam waktu dekat, kami akan upayakan untuk melakukan pendataan," kata Harmadji.(*/dy/luc/tom/k14)
Sumber; Kaltim Post