Cenderawasih Pos, 11 Juli 2014
JAYAPURA – Sungguh ironis. Berdasarkan laporan yang diterima Dinas Kesehatan Kota Jayapura dalam beberapa bulan terakhir, sebanyak 40 bayi yang baru lahir terinfeksi HIV (Human Immunodeficiency Virus).
Wakil Wali Kota Jayapura, Dr. Nuralam,SE,M.Si mengungkapkan bahwa dari hasil rapat dengan Dinas Kesehatan, pihaknya sangat kaget mengingat dalam beberapa bulan terakhir dari 400 bayi yang lahir sebanyak 40 bayi terinfeksi HIV.
"Berdasarkan penjelasan dokter dari salah satu rumah sakit di Kota Jayapura, kasus HIV dari Januari hingga April 2014 terdapat 225 kasus dan umumnya yang terinfeksi mayoritas berusia di bawah 20 tahun dan ada bayi yang terdeteksi positif HIV," ungkapnya kepada wartawan di Kantor DPRD Kota Jayapura, kemarin.
Terkait hal ini, Nuralam yang juga ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Jayapura pihaknya menghimbau kepada setiap ibu hamil yang memeriksa kesehatan baik di puskesmas maupun rumah sakit agar tidak keberatan untuk melakukan tes VCT.
"Jika ibu hamil memeriksa kesehatan ke puskesmas maupun rumah sakit agar mau melakukan tes VCT demi ibu dan janin yang ada dalam kandungannya. Jika ibu terdeteksi positif HIV maka diusahakan supaya bayi tidak tertular," ucapnya.
Pihaknya menjelaskan bahwa Pemkot Jayapura tetap mendorong Kota Jayapura yang bebas HIV walau untuk mewujudkan hal itu membutuhkan peran serta semua pihak. "Untuk menekan angka HIV itu bukan hanya tugas pemerintah saja, melainkan peran semua pihak baik aktivis HIV maupun LSM-LSM yang peduli dengan HIV/AIDS," katanya.
Selain itu, Nuralam berharap agar puskesmas maupun rumah sakit untuk memberikan Layanan Voluntary Counseling Test (VCT). "Tes VCT itu penting dan melayani semua orang yang ingin mengetahui statusnya dan kepada warga juga diharapkan untuk tidak malu melakukan tes VCT," pungkasnya. (yan/fud)
Sumber: Cenderawasih Pos
