MetroTV News, 13 Juli 2014

--ANTARA/Basri MarzukiMetrotvnews.com, Cianjur: Penderita HIV/AIDS di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, banyak didominasi pasangan yang sudah menikah. Rata-rata penyebaran utamanya akibat bergonta-ganti pasangan dan jarum suntik.

Menurut Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Cianjur Hilman, di Kabupaten Cianjur, penyebab HIV/AIDS hampir 88% akibat hubungan seksual. Hampir separuh penderitanya atau 48% merupakan pasangan menikah.

"Mayoritas penderita HIV/AIDS berdasarkan status didominasi pasangan yang sudah menikah," tutur Hilman, Minggu (13/7).

Hilman menuturkan, penularan HIV/AIDS di Kabupaten Cianjur terbilang menonjol dibandingkan daerah lain. Rata-rata penyebarannya melalui jarum suntik sebesar 11% dan sekitar 1 persen melalui air susu ibu (ASI) atau transplacental.

"Makanya, saat ini yang banyak mengidap HIV/AIDS itu adalah kalangan ibu rumah tangga. Secara kumulasi, jumlah perempuan lebih banyak yang mengidap HIV/AIDS," sebutnya.

Saat ini jumlah pengidap HIV/AIDS di Kabupaten Cianjur secara kumulatif tercatat sebanyak 500 orang lebih. Beberapa orang di antaranya meninggal dunia.

"Sayangnya, para pengidap HIV/AIDS itu terlambat memeriksakan diri. Buktinya, kasus AIDS lebih banyak dibandingkan HIV," tuturnya.

Direktur Yayasan Gerakan Penanggulangan Narkoba dan AIDS Kabupaten Cianjur, Mirda Yusuf mengatakan, penanggulangan HIV/AIDS memerlukan keterlibatan semua pihak. Artinya, penanggulangan HIV/AIDS jangan hanya dibebankan kepada KPA saja.

"Harus ditanggulangi secara komprehensif. Makanya perlu keterlibatan semua lembaga-lembaga sosial," katanya. (Budi Kansil) (Adf)

Sumber: MetroTV News

Supported by

AusAID