Kompas, 29 Oktober 2014

Shutterstock IlustrasiKUPANG, KOMPAS.com - Berdasarkan data dari Komisi penanggulangan AIDS Provinsi NTT dan juga hasil rilis oleh Dinas Kesehatan Provinsi NTT, mayoritas penderita HIV/AIDS di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) diidap oleh ibu rumah tangga. Jumlah kumulatif kasus AIDS hingga akhir Bulan Agustus 2014 terdapat 780 ibu rumah tangga yang menderita AIDS.

Pengelola Program KPA NTT, Gusti Brewon, mengatakan, para ibu rumah tangga tersebut terinfeksi dari pasangannya. Mereka memiliki pasangan yang punya perilaku berisiko dan dalam ketidaktahuan itu mereka akhirnya terinfeksi HIV.

Menurut Gusti, ibu rumah tangga yang sudah terjangkit HIV dapat menularkan virus tersebut kepada bayi saat melahirkan atau menyusui, karena terlambat tahu status HIV-nya.

Medan Bisnis, 28 Oktober 2014

MedanBisnis - Medan. Tingginya wanita Pekerja seksual (WPS) di Kota Medan yang bisa terinfeksi virus HIV/AIDS, membuat Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) PeremPuan Peduli Pedia Medan (P3M)&nbsP; mendamPingi dan melindungi Para Pekerja seks itu.

P3M melihat pekerjaan yang ditekuni oleh ratusan mungkin ribuan WPS di Medan, yang masih belum terjangkau ini, pastinya rentan terinfeksi virus HIV/AIDS (Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immune Deficiency). Saat ini, LSM P3M telah mendampingi 800 WPS di mana 9 diantaranya terinfeksi virus HIV/AIDS. Dari 9 ini, ada 5 orang yang masih menjaga komunikasi yang baik dengan P3M, selebihnya hilang komunikasi.

Oke Zone, 28 Oktober 2014

Tidak semua remaja Indonesia memahami HIV dan AIDS secara menyeluruh. (Foto: Rachmad Faisal/Okezone) JAKARTA - Banyak remaja Indonesia belum memahami masalah HIV dan penyakit AIDS secara komprehensif. Pengetahuan mereka tentang penyakit dan kekerasan seksual juga masih minim.

Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Yayasan Aliansi Remaja Independen (ARI), Ryan Fajar Febrianto,

menjelaskan, data UNICEF pada 2012 menunjukkan, hanya 11,4 persen remaja yang memahami HIV & AIDS secara komprehensif, meningkat 20,6 persen di tahun sebelumnya. Ini merupakan hasil riset Kementerian Kesehatan (Kemenkes) di lima provinsi pada 2010, terhadap remaja berusia 15-24 tahun.

Merdeka.Com, 27 Oktober 2014

Ilustrasi HIV AIDS. Shutterstock/wavebreakmediaMerdeka.com - Sembilan wanita hamil di Kabupaten Merauke, Papua, diketahui terindikasi mengidap HIV/AIDS. Penyakit yang hingga kini belum ada obatnya tersebut, menurut Sekretaris KPA Kabupaten Merauke, Heni Astuti Suparman, di Merauke sudah mencapai 40 perempuan dari data Januari hingga September 2014.

"Komisi Penanggulangan HIV/AIDS (KPA) Kabupaten Merauke mencatat data Januari-September 2014 sebanyak 40 perempuan di daerah itu positif HIV/AIDS," kata Heni seperti dikutip dari Antara, Senin (27/10).

Dia mengatakan bahwa dari total 40 perempuan di Kabupaten Merauke yang tercatat mengidap HIV/AIDS, sebanyak sembilan orang di antaranya ibu hamil.

Supported by

AusAID