Healio, 21 July 2014
Children affected by HIV experience anxiety and depression similar to children with HIV, which researchers said is indicates a need for policy and programmatic responses, according to study findings in Pediatrics.
Theresa Betancourt, ScD, MA, of Harvard School of Public Health in Boston, and colleagues assessed mental health, risk and protective factors among 683 children, aged 10 to 17 years, with different levels of HIV exposure. Children were assigned to groups depending on HIV exposure: HIV-positive (n=218); HIV-affected (n=228); and HIV-unaffected (n=237). Children who had a caregiver with HIV or had a parent die as a result of AIDS complications were considered HIV-affected. The study was conducted in two districts in Rwanda between March 2012 and December 2012.
Radio Australia, 21 Juli 2014
Ayu Oktariani, delegasi Indonesia pada Konferensi AIDS 2014 di Melbourne, menyampaikan pidato yang memukau ribuan peserta pada upacara pembukaan, Minggu (20/7/2014) malam. Dalam pidatonya, Ayu menyerukan penghentian diskriminasi terhadap mereka yang hidup dengan HIV.
Postur boleh mungil, dan suara boleh lembut, namun Ayu Oktariani, seorang aktivis bidang HIV, berhasil memancing gemuruh tepuk tangan beberapa kali dalam pidatonya, yang disampaikan dalam acara pembukaan konferensi AIDS 2014.
Saat ditelepon oleh ABC sebelum keberangkatannya ke Melbourne, Ayu, yang mewakili komunitas hidup dengan HIV dan terdampak HIV, mengaku gugup, karena harus mengenakan pakaian daerah saat menyampaikan pidato pembukaan tersebut "takut keserimpet" (tersandung), katanya.
Pikiran Rakyat, 21 Juli 2014
Perselingkuhan Tinggi, Penderita HIV/AIDS Meningkat
MAJALENGKA, (PRLM).- Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Majalengka melakukan razia terhadap sejumlah rumah kosan di Kecamatan Dawuan dan Kasokandel serta lokasi prostitusi yang ada di Kecamatan Palasah dan Sumberjaya, Minggu (20/7/2014) malam.
Hasil razia diamankan 10 orang pasangan selingkuh di sejumlah hotel serta tiga orang wanita nakal yang dijaring di lokasi prostitusi.
Detik News, 21 Juli 2014
Jakarta - Penghargaan Red Ribbon yang diberikan setiap sekali dalam dua tahun, tidak bisa dilepaskan dari rangkaian acara Konferensi AIDS Internasional. Pada konferensi tahun ini yang digelar di Melbourne, salah satu LSM Indonesia berhasil menyabet penghargaan Red Ribbon.
Keinginan Edo Agustian untuk menyuarakan hak korban pengguna narkoba di Indonesia berawal di tahun 2007.
Saat itu, polisi menembak kakinya karena seorang polisi memaksanya untuk mendapatkan informasi soal penyelundupan narkoba. Meski ia mengaku tidak tahu soal perdagangan narkoba di Indonesia.
Edo kini menjadi koordinator Persaudaraan Korban Napza (Narkoba, Psikotropika dan Zat Adiktif) Indonesia, atau PKNI.
© 2026 Kebijakan AIDS Indonesia