the guardian, 16 July 2014

Last week, a four-year-old girl thought to have been cleared of HIV was found to be still infected. But scientists are not giving up, and trials of a promising new technique are about to begin
In 33 years of the Aids pandemic, which has perhaps caused more shock and anguish than any other infectious disease since the black death, only one person has ever been cured. That man was "the Berlin patient", now identified as Timothy Ray Brown, an American treated in Germany, whose case was publicised in 2009. Until last week, the world hoped that a small child had joined him, but the Mississippi baby, now nearly four years old, is back on antiretroviral drugs after two tantalising years when regular tests failed to find any trace of the HIV virus in her body.
Suara Surabaya, 17 Juli 2014
suarasurabaya.net - Dinas Kesehatan Kota Surabaya menemukan beragam penyakit menular ternyata subur di kawasan sekitar lokalisasi Dolly dan Jarak.
Beberapa penyakit itu selain HIV/AIDS juga Inspeksi Menular Seksual (IMS), demam berdarah dengue (DBD), tuberculosis (TBC), bahkan Ispa serta pneumonia (radang paru-paru).
"Untuk penyakit menular seksual, DBD serta TBC malah yang tertinggi dibandingkan daerah lainnya di Surabaya," kata dr Mia Novia, Kepala Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Kamis (17/7/2014).
Detik News, 17 Juli 2014
Surabaya - Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya meneliti beberapa kawasan yang sebelumnya difungsikan sebagai lokalisasi, menjadi sumber kemunculan penyakit HIV/AIDS.
Data dari dinkes, angka kasus HIV/AIDS di beberapa kawasan di Surabaya seperti Benowo, Krembangan, Pabean Cantikan, Sawahan dan Wonokromo cukup tinggi. Sebelumnya, di kawasan tersebut berdiri lokalisasi atau karena berdekatan dengan lokalisasi.
"Kasus HIV/AIDS banyak ditemukan di kawasan tersebut (eks lokalisasi) karena dampak dari keberadaan lokalisasi. Selain itu, di kawasan terdapat hot spot seperti tempat hiburan," ungkap Kabid Pengendalian Masalah Kesehatan Dinkes Kota Surabaya, dr Mira Novia, dalam jumpa pers di kantor Bagian Humas Pemkot Surabaya, Kamis (17/7/2014).
Pos Kota, 17 Juli 2014
SUKABUMI (Pos Kota) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi kini telah memiliki Pelaturan Daerah (Perda) HIV/AIDS. Kepastian itu setelah ditetapkannya perda tersebut, Selasa (15/7), yang dihadiri oleh 25 Angota Dewan dan Bupati Sukabumi yang dalam hal ini diwakili oleh Wakil Bupati Akhmad Jajuli.
Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Sukabumi,
Asep Suherman menyatakan dengan adanya perda tersebut bisa memberikan payung hukum pihaknya dalam proses penangulangan HIV/AIDS. Dengan demikian, petugas di lapangan akan merasa nyaman dalam melakukan tugasnya.
© 2026 Kebijakan AIDS Indonesia