Reportase Diskusi Kultural USU

Suasana Diskusi Kultural | USUDiskusi kultural yang diselenggarakan pada tanggal 31 Juli 2015, bertempat di kantor KPA Kota Medan. Terdapat banyak agenda yang dibahas dalam diskusi tersebut. Secara umum diskusi menggali beberapa informasi yang dapat mendukung  kegiatan penelitian yang mengambil topik  penyebaran populasi WPS.

Diketahui bahwa di Kota Medan tidak terdapat lokalisasi, sehingga menjadikan populasi WPS merupakan WPSTL yang bekerja di salon, dan panti pijat. Pendampingan terhadap WPS salah satunya dilakukan oleh Wandri yang merupakan binaan LSM H2O. Melalui diskusi ini diketahui kegiatan yang dilakukan oleh Komisi Penangguangan AIDS (KPA) dan LSM dalam program PMTS. Dalam program PMTS, pengelolaan distribusi kondom menjadi area kegiatan Komisi Penanggulangan AIDS Daerah. Jalur distrubui kondo hinga sampai di outlet dilakukan melalui dua cara yaitu melalui petugas lapangan KPA, serta mitra lini dua yang dilakukan oleh LSM maupun KDS. Satu catatan dalam pengelolaan kondom . Namun demikian patut dikaji tentang tingginya permintaan kondom dengan konsisten  pemakaian kondom.

Lebih lanjut disampaikan pula bahwa kemampuan negosiasi WPS dengan pelanggan masih perlu ditingkatkan, sehingga WPS memiliki posisi tawar terhadap pelanggan . Keterlibatan pengelola usaha serta kesadaran poplasi kunci untuk mengakses layanan kesehatan  masih menjadi beberapa hambatan dalam pelaksnaan upaya pencegahan dan perubahan perilaku. Kerjasama lintas setoral dalam hal ini penegak hukum dan ketertiban perlu dilakukan untuk mensikapi tindakan represif yang justru akan berpengaruh terhadap intervensi PMTS.

 

Dari sisi layanan, dinas kesehatan setempat telah mengembangkan layanan IMS di 12 puskesmas, yang sebelumnya baru diset up lima puskesmas. Penjangkauan terhadap populasi marginal dilakukan  melalui mobile klinik yang justru diminati oleh populasi WPS. Di sisi yang lain pembedayaan terhadap komunitas peru dilakukan sejalan denga pengembangan layanan medis. Begitu pula dengan pelibatan stakeholder lain dalam upaya penanggulangan HIV dan AIDS.