Kerjasama PKMK FK UGM – LSM Vesta. Jumat, 08 Januari 2016

Suasana Diskusi Kultural PKMK FK UGM Bekerja Sama dengan LSM VestaKelemahan yang mendasar dalam upaya penanggulangan HIV dan AIDS adalah ketersediaan data yang terpercaya dan menggambarkan kondisi dan kebutuhan yang mendekati kebenaran. Oleh karena itu, penting untuk mengelaborasi lebih mendalam bagaimana menghitung ODHA dan populasi kunci dari pengalaman yang dikembangkan para pegiat AIDS untuk mendapatkan data yang mencerminkan realitas. Populasi kunci sebagai kelompok masyarakat yang tidak mudah dijangkau (hard to reach) dengan karakteristik yang berbeda dengan populasi umum membutuhkan metode maupun strategi tertentu.Hasil penghitungan populasi kunci dapat dipergunakan sebagai dasar perencanaan program dan pengambilan kebijakan dalam program penanggulangan AIDS.

Beberapa model survei untuk melakukan pemetaan populasi kunci sudah dikembangkan oleh pemerintah/donor dengan mengembangkan survei Terpadu Biologis dan Perilaku, maupun survei cepat perilaku (SCP) yang dilakukan oleh KPA untuk melihat dampak intervensi program. Beberapa LSM terlibat dalam kegiatan pemetaan yang dikoordinasikan oleh KPAD maupun Dinas Kesehatan. Melalui forum diskusi kultural ini tergali pengalaman dan metode yan dilakukan oleh CSO, serta bagaiamana pemanfaatan data tersebut bagi CSO.

Diskusi dilakukan di LSM Vesta dikuti oleh lebih dari 30 orang yang sebagian besar perwakilan dari LSM. Pembicara dalam forum ini adalah LSM Vesta, LSM Kebaya, serta PKBI DIY. Masing-masing memaparkan bagaimana pengalaman lembaga dalam melakukan penghitungan populasi kunci yang terdiri dari lelaki seks lelaki (LSL), lelaki beresiko tingi (LBT) wanita pekerja seks (WPS) serta Orang dengan HIV AIDS (ODHA).

Hasil diskusi menunjukkan bahwa  penghitungan populasi kunci melalui pemetaan dilakukan oleh KPA bekerjasama dengan LSM, seperti  Vesta, Kebaya dan PKBI. Dari pengalaman yang disampaikan oleh masing-masing LSM tersebut diketahui bahwa LSM Vesta melakukan update setiap 6 bulan sekali. Variasi model penghitungan populasi LSL dilakukan secara mandiri oleh lembaga dengan berbasis internet. Meskipun cara ini tidak diakui sebagai hasil pemetaan namun tetap dianggap efektif oleh Vesta. Melalui metode tersebut diketahui  waktu-waktu efektif LSL “nongkrong” mencari pasangan melalui media social dan internet. Diakui pula bahwa media sosoal memiliki pengaruh yang besar bagi populasi kunci untuk mengakses layanan kesehatan.

Metode penghitungan populasi kunci dengan berbasis komunitas, dilakukan pula oleh LSM Kebaya yang melakukan pemetaan pada populasi waria. Dari pengalaman melakukan pemetaan menunjukkan bahwa penghitunagn berbasis hotspot tidak dapat diukur mengingat mobilitas waria. Begituula untuk menghitungan estimasi berdasarkan data peserta Jamkesos.  Mobilisasi waria berkisar antara 30%- 40%, dimana mobilitas dipengaruhi oleh tingkat kenyamanan daerah. Yogyakarta dianggap kota yang ramah dan nyaman bagi waria.

PKBI DIY memiliki metode yang berbeda dengan LSM Vesta dan LSM Kebaya dalam melakukan penghitungan estimasi populasi kunci. Penghitungan justru berdasarkan data sekunder yang bersumber dari data Jamkesos, serta data kegitan penjangkauan dan pendampingan. Tidak ada angka target dan acuan dalam melihat kinerja pendampingan. Kegiatan pemetaan populasi kunci baru dilakukan oleh PKBI cabang Kota, Kabupaten Bantul dan Kabupaten Sleman.

Kesimpulan dari paparan pengalaman pemetaan disamaikan oleh Bapak Gambit, yang menyatakan bahwa estimasi merupakan cara yang dipakai untuk mengukur besaran dan sebaran masalah. Metode ini diperguanakan dalam pendekatan epidemiologi yang berorientasi pada jumlah cakupan. Sementara dalam pendekatan perubahan social beroritansi pada kualitas perubahan. Sehingga angka estimasi tidak dapat digeneralisasikan untuk semua jenis pendekatan karena setiap pendekatan memiliki tujuan yang berbeda. Oleh karenanya, untuk mengetahui angka nasional, besaran masalah dilakukan survey yang digunakan untuk memotret situasi berdasarkan penghitungan populasi, tidak lagi berbasis pengjitungan individual. (SS)