Carlos F. Cáceresa, Peter Aggletonb, and Jerome T. Galeac
Terlepas dari berbagai macam program penanggulangan HIV pada lelaki yang berhubungan seks dengan lelaki (LSL) dan, lebih umum lagi, pada populasi yang memiliki keberagaman seksual, gay dan kelompok lelaki homoseksual yang aktif lainnya yang meningkatkan resiko penularan HIV dan juga konsekuensi lainnya. Tulisan ini menganalisis beberapa alasan atas situasi ini dan menawarkan rekomendasi kebijakan dan programatik untuk membantu menyelesaikan permasalahan yang ada. Sosial eksklusi dari kelompok LSL dan transgender merupakan kenyataan yang banyak terjadi di berbagai negara di dunia. Meskipun beberapa negara sudah mencapai kemajuan, namun pada sebagian besar negara didunia, hal ini masih menjadi permasalahan. Tantangan yang ada saat ini adalah terkait dengan kesetaraan dan realisasi kesehatan, termasuk keanggotaan dari kelompok atau suku budaya dengan prevalensi HIV yang tinggi, kualitas dan cakupan layanan serta program yang rendah, termasuk juga dampak dari pengaruh pada tingkat yang lebih tinggi seperti faktor hukum, kebijakan publik, norma sosial dan kebudayaan, yang mana secara bersama-sama mengkonfigurasi lingkungan yang menghambat atau bertentangan dengan terjadinya integrasi dan kebutuhan kelompok-kelompok tertentu.
Prespektif inklusi sosial pada pencegahan HIV dan kaitannya juga dengan layanan perawatan AIDS mengindikasikan adanya adopsi strategi untuk memahami dan menghadapi kerentanan sosial. Eksklusi sosial meningkatkan beban penularan HIV dan morbiditas. Sebagai bagian dari respon yang komprehensif, ada kebutuhan yang dianggap penting yaitu: (i) meningkatkan pemahaman atas karakteristik dan beban atas HIV pada populasi dengan keragaman seksual; (ii) secara kreatif menangani faktor hukum, sosial dan budaya yang mendorong terjadinya eksklusi sosial; (iii) memastikan penyediaan layanan pencegahan HIV yang efektif secara luas dan mendasar; (iv) menawarkan layanan dan perawatan yang adekuat; dan (v) menangani tantangan khusus yang mengelompokkan kerja dengan populasi tertentu ini pada negara dengan pemasukan rendah dan sedang.
Selengkapnya: http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/18641469
