J.C. Campbella , M.L. Batya, R.M. Ghandour, J.K. Stockman, L. Francisco, and J. Wagman

Abstrak

NCBI LogoTujuan dari Studi ini adalah untuk mengkaji penelitian orisinil mengenai interseksi kekerasan terhadap perempuan oleh pasangan seksual dan risiko untuk infeksi dan menegaskan peluang untuk penelitian baru dan pengembangan program. Tujuh puluh satu artikel yang menampilkan orisinalitas, suatu peer review dilakukan  terhadap perempuan berusia 12 tahun dan yang lebih dewasa dalam hubungan heteroseksual selama satu dekade terakhir (1998 – 2007). Studi-studi tersebut bermanfaat untuk inklusi jika mereka membahas kekerasan pasangan intim terhadap perempuan dan HIV/AIDS sebagai faktor-faktor risiko. Prevalensi kekerasan dari pasangan seksual dan infeksi HIV terhadap perempuan bervariasi secara glolbal, akan tetapi perempuan tetap  menjadi sasaran risiko baik atas kekerasan oleh pasangan intimnya dan secara seksual tertular HIV secara bersamaan. Perbadingan antara perempuan yang sero negatif dengan positif bervariasi secara geografis:  Perempuan Afrika yang HIV positif dilaporkan mengalami rerata lebih tinggi tingkat victimisasi sementara temuan-temuan tidak konsisten untuk perempuan positif di Amerika. Kajian berbagai populasi mendukung  keberadaan dari suatu hubungan kompleks secara biologis dan temporal antara risiko HIV, paparan kekerasan  panjang dan penggunaan subtansi yang semakin diperumit oleh  pengambilan keputusan terkait tatanan seksual dan gender.

Sebuah hubungan antara kondisi kesehatan jiwa terkait pengalaman kekerasan dan depresi kombinasi penyakit lain pada imunitas terhadap HIV dan perkembanganpenyakit HIV membutuhkan investigasi lanjut. Risiko seksual terkait dengan kekerasan oleh pasangan intim baik melalui perilaku lelaki maupun perempuan,  konsekuensi psikologis dari kekerasan memengaruhi perempuan sepanjang hidup.  Penelitian psikologis dan kualitatif lebih lanjut dibutuhkan pada mekanisme penularan yang ‘enhanced’.  Studi yang prospektif tersebut penting menyasar isu sebab akibat dan waktu. Upaya  pencegahan harus fokus pada pengurangan resiko dari  kekerasan pasangan lelaki dan perilaku resiko HIV lelaki dalam kemitraan seksual.

Selengkapnya: http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/19051085

Supported by

AusAID