Oleh: Hersumpana Ig.
Dalam After Hour Discussion (AHD) Tim AID PKMK FK UGM beberapa waktu lalu membahas satu buku karangan Paul Farmer yang berjudulPathologies of Power Health,Human rights, and The New War on The Poor (2003). Buku ini menarik karena dihadirkan dengan cara yang berbeda dari para penulis akademis lainnya. Meski mengusung sebuah konsep yang serius terkait dengan kekerasan struktural sebagai tulang punggung argumentasi dalam menjelaskan hubungan antar kebijakan publik yang dibuat oleh manusia, bukan karena insiden atau force majeur, yang berdampak lahirnya penderitaan, kemiskinan, dan ketidakberdayaan melawan penyakit karena tidak mampu mengakses layanan kesehatan, Paul Farmer, memilih berbasis pada pengalamannya sebagai seorang dokter praktik, sekaligus sebagai seorang antropolog dengan membangun kisah dari catatan etnografisnya. Sebuah pendekatan alternatif dalam mengkaji sebab dan dampak kekuasaan atas pengalaman penderitaan yang direpresentasikan ke dalam kisah penderitaan Achepi dan Chouchou.
Pertama, Kisah pengalaman Achepi menggambarkan penderitaan yang dialami oleh seorang gadis dari keluarga sederhana yang tinggal di Kampung Kay, Haiti, daerah lembah yang subur dan melimpah hasil pertaniannya, tetapi kemudian berubah total dengan dijadikan waduk penyimpanan air oleh Pemerintah dengan mengusir penduduk. Faktor Kemiskinan menjadikan Achevi gadis kecil yang rupawan, harus keluar sekolah tingkat pertama untuk membantu orangtuanya untuk berjualan di pasar. Dalam perjalanan waktu Achepi kecil berhubungan asmara dengan seorang Kapten Honorat, seorang tentara, yang sudah memiliki istri dan beberapa pasangan tidak resmi lain. Karena keluguannya, dan faktor sosial, Achepi membangun hubungan seksual dengan Sang kapten Honorat dalam waktu yang singkat, yang kemudian berpisah karena Sang Kapten jatuh sakit, karen AIDS. Achepi yang telah menginjak dewasa kemudian pergi bekerja di Kota pada seorang majikan yang bekerja di kedutaan. Di kota Achepi, juga menjalin asmara dengan pemuda sekampung halaman yang menjadi sopir minibus, bernama Blanco. Hubungan tersebut membuat Achepi hamil, dan kemudian dikeluarkan dari tempat kerjanya. Achepi akhirnya pulang ke Kampung Kay, kemudian ternyata dia terkena AIDS, berserta bayinya. Akhirnya Kay meninggal setelah melahirkan bayinya, kemudian orang tuanya gantung diri sepeninggal anaknya.
Kedua, Kisah Chouchou Louis adalah seorang anak dari Keluarga miskin yang tidak jauh dari tempat Achepi, di Haiti Tengah. Pengalaman penderitaan Chouchou terjadi setelah peristwa coup d’etat hasil pemilu demokratis pertama di Haiti, pada tahun 1990an. setelah berada dalam genggaman seorang diktator Militer Duvalier. Pemilu demokratis pertama ini memberikan kesempatan bagi penduduk sipil mengekpresikan dirinnya dalam politik, termasuk Chouchou yang karena kemiskinannya, hanya bisa mengenyam sekolah dasar selama dua tahun kemudian harus drop out karena ditinggal mati ibunya. Chouchou akhirnya seperti ribuan warga sipil Haiti lain yang mendukung tokoh Aristide mengalami penyiksaan membabi buta oleh Militer, dan akhirnya menemui ajalnya setelah disika di Barak militer, dengan kondisi yang mengenaskan memar dihampir seluruh tubuhnya, bahkan alat kelaminya dimutilasi. Ia meninggal karena darah memenuhi paru-parunya.
Kedua kisah tersebut menjadi basis untuk menjelaskan tentang apa yang disebut oleh Paul Farmer sebagai kekerasan struktural. Kisah Achepi meski tidak mengalami kekerasan fisik menjelaskan banyak tentang karakter kekerasan struktural yang sebagai konsekwensi dari sebuah keputusan atau kebijakan. Menurut Farmer, setidaknya dari kisah Achepi tergambar kekerasan oleh struktur birokrasi yang melakukan penenggelaman kampung halaman Achepi, soal gender yang digambarkan melalui hubungan Achepi dengan Kapten Honorat (serdadu) dan Blanco (sopir), yang ternyata keduanya menjadi sumber penyakit (AIDS), Kemiskinan yang menyebabkan Achepi dan keluarganya tidak mendapatkan layanan kesehatan yang layak akhirnya mati karena penyakit ini dan bunuh diri. Pengalaman penderitaan yang diakibatkan oleh situasi yang diakibatkan oleh sebuah keputusan/kebijakan.
Kisah Kematian Chouchou memang secara kasap mata menggambarkan bekerjanya mekanisme kekerasan struktural yang tampak secara fisik melalui penyiksaan membabi buta yang dilakukan oleh rezim militer pengikut Duvalier setelah melakukan coup d’etat terhadap hasil pemilu demokratis yang dimenangkan oleh Aristide pada tahun 1991. Analisa terhadap kasus kematian Chouchou dan ribuan masyarakat sipil lain adalah kekerasan struktural terkait dengan pelanggaran HAM berat kepada masyarakat sipil oleh militer. Kekerasan Struktural bisa terjadi secara kasap mata seperti kasus kematian Chouchou yang mendapat siksaan berat oleh militer Haiti.
Buku Pathology of Power ini memberikan gambaran secara komprehensif kaitan antara Politik dan AIDS seperti jelas tergambar dalam khususnya kasus Achepi. Farmer mengambil berbagai perspektif yang luas terkait dengan genealogi kekerasan struktural untuk menjelaskan tentang ketidakseimbangan kekuatan yang berdampak pada penderitaan. Berbagai faktor pemiskinan, kemiskinan materi, relasi budaya yang tidak seimbang (gender), yang terjadi di Haiti bukanlah sebuah insiden, tetapi merupakan sebuah hasil keputusan/kebijakan yang dibuat secara sengaja. Oleh karena itu, perlu pendekatan dengan perspektif option for the poor bagi para korban ini, supaya tidak hanya menjadi semacam slogan populer seperti yang disinyalir oleh Amartya Sen, berikut: “I am against poverty, but I am really not bothered by inequality”. Para tenaga medis dan pemangku kepentingan lainnya semestinya perlu memahami situasi yang kompleks di luar persolaan penyakit karena solusinya tidak bisa berdiri sendiri, seperti dalam penanggulangan AIDS, tidak bisa lepas dari konteks sosial, politik dan ekonomi yang lebih dikenal sebagai faktor determinan sosial dari kesehatan.