Oleh:  Kent Buse, Gill Walt

Ilustrasi | freedigitalphotos.netAbstrak

Perhatian yang luas akhir-akhir ini pada  kebijakan sektor kesehatan dan reformasi institusi di negara-negara berpendapatan rendah bertepatan dengan perhatian yang meningkat untuk koordinasi bantuan. Karena anggaran kesehatan dari banyak negara-negara berpendapatan rendah sangat tergantung dengan bantuan, donor memiliki posisi sangat kuat dalam menentukan persyaratan bantuan untuk pembaruan sektor kesehatan. Akan tetapi, dengan tumbuhnya jumlah dan keragaman  donor NGO multilateral, bilateral maupun Internasional yang beroperasi dibanyak negara berpendapatan rendah ini,  terdapat permasalahan jika upaya-upaya eksternal tidak dikoordinasikan, tujuan pembaruan layanan kesehatan, yakni memperbaiki efektifitas, efisiensi dan keadilan, tidak akan ketemu.  Bukti menunjukkan bahwa tanpa rancangan koordinasi yang efektif, lembaga donor justru memperlemah daripada memperbaiki sistem kesehatan yang rentan, merusak upaya-upaya untuk memperbaharui sistem tersebut.

Tulisan ini melacak  faktor-faktor yang menggerakkan  kepentingan terkini  dalam koordinasi,  khususnya  sebagai referensi atas kontribusinya terhadap tujuan pembaruan sektor kesehatan.  Koordinasi bantuan didefinisikan dan digali lebih dalam prinsip-prinsipnya. Sebuah kerangka kerja dikembangkan untuk mengkaji varian dari mekanisme koordinasi yang akan bergerak di level negara.  Dengan kerangka kerja ini, sebuah kasus dikembangkan untuk analisis yang lebih besar dan kritis tentang rancangan  koordinasi bantuan. Tulisan ini berkesimpulan bahwa jika pembaruan sektor kesehatan di negara-negara berpendapatan rendah berhasil,  semangat  koordinasi yang baru perlu dimanfaatkan.  Kerangka kerja yang ditawarkan ini menyediakan cara melakukan penilaian varian mekanisme koordinasi yang sedang berkembang, yang dapat dipakai untuk meningkatkan pembaruan sektor kesehatan.

Kata kunci: Kebijakan kesehatan,  pembaruan sektor kesehatan, koordinasi bantuan, bantuan internasional