Campbell and Cornish, 2010, AIDS Care, vol. 22 no. supplement 2, pp. 1569-79.

Ilustrasi | Kebijakan AIDS IndonesiaSudah ada sekian banyak program pencegahan, perawatan, dukungan dan pengobatan HIV dan AIDS yang hasilnya mengecewakan akibat kurangnya mobilisasi komunitas yang efektif. Tetapi mobilisasi komunitas memang tidak mudah untuk diwujudkan. Oleh karena itu, tulisan ini menyajikan kerangka konseptual yang memetakan dimensi-dimensi konteks sosial yang berpotensi mendukung atau menghambat upaya mobilisasi komunitas – yaitu dimensi material, simbolis dan relasional. Tulisan ini dimulai dengan penjelasan mengapa mobilisasi komunitas dianggap sebagai bagian penting dalam pengelolaan program HIV dan AIDS yang efektif: yaitu karena mobilisasi komunitas meningkatkan cakupan dan keberlanjutan program, membantu mengisi kebutuhan perawatan di tengah-tengah terbatasnya sumber daya tenaga kesehatan, dan yang terpenting memfasilitasi proses kemandirian yang merupakan syarat penting bagi efektifnya upaya pencegahan, perawatan, dukungan dan pegobatan. Selanjutnya tulisan ini memetakan tiga generasi pendekatan terhadap program perubahan perilaku dalam lingkup HIV dan AIDS: kesadaran individu tentang HIV, pendidikan sebaya dan mobilisasi komunitas.

Tulisan ini secara kritis mengevaluasi asumsi dasar dari masing-masing pendekatan tentang apa yang menjadi pendorong perubahan perilaku untuk memetakan jalan dari mobilisasi komunitas ke peningkatan status kesehatan, dengan menggunakan konsep-konsep modal sosial, dialog dan pemberdayaan. Argumen utama dari tulisan ini adalah bahwa mobilisasi komunitas tidak akan berhasil apabila tidak didukung oleh konteks materi, simbolis dan relasional yang mendukung, dan argumentasi ini diilustrasikan lewat dua studi kasus tentang mobilisasi komunitas di India dan Afrika Selatan. Tulisan ini ditutup dengan kesimpulan tentang diperlukannya pendekatan “generasi ke-empat” baik dalam lingkup teori maupun praktis, yaitu penanggulangan HIV dan AIDS yang jauh lebih memperhatikan pengaruh konteks terhadap keberhasilan program.

Kata kunci: mobilisasi komunitas; HIV dan AIDS; konteks; perubahan perilaku; lingkungan pendukung; komitmen politik.