Maryse C Kok,  et al.

Ilustrasi | blogabooketc.comAbstrak

Latar Belakang:  

Pekerja Kesehatan Komunitas (CHWs) semakin dikenal sebagai sebuah komponen intergral dari angkatan kerja kesehatan yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan-tujuan kesehatan publik di negara-negara berpendapatan rendah dan menengah.  Banyak faktor-faktor yang saling berkelindan mempengaruhi kinerja Pekerja Kesehatan Komunitas.   Sebuah review sistematis dengan melakukan analisis naratif untuk mengidentifikasi faktor-faktor kontekstual yang mempengaruhi kinerja  Pekerja Kesehatan Komunitas.

Metode: 

Para peneliti meneliti enam database kuantitaif, kualitatif dan metode campuran yang melibatkan pekerja kesehatan  komunitas  yang berkarya pada  layanan kesehatan dasar  mulai dari promosi, prevensi dan kurasi  di negara-negara berpendapatan rendah dan menengah. Para peneliti membedakan  pengukuran hasil kinerja Pekerja kesehatan komunitas  pada dua tingkat: tingkat pekerja kesehatan komunitas dan tingkat pemanfaat.  Sembilan puluh empat studi  memenuhi kriteria inklusi dan dua kali pembaca untuk mendapatkan data yang relevan untuk konteks dari program pekerja kesehatan komunitas.  Kodifikasi tematik dilakukan dan pembuktian pada lima kategori utama kontekstual yang mempengaruhi  kinerja pekerja kesehatan komunitas disintesiskan. 

Hasil:

beberapa  kajian  mendapatkan pengaruh faktor-faktor kontekstual pada kinerja  Kesehatan Komunitas sebagai fokus riset utama mereka.  Faktor-faktor kontektual pada komunitas  paling menonjol, ekonomi, lingkungan, kebijakan sistem kesehatan dan praktik ditemukan untuk mempengaruhi kinerja pekerja kesehatan komunitas.  Faktor-faktor sosio kultural meliputi nilai-nilai  dan norma gender dan penyakit terkait  stigma, keselamatan, keamanan dan pendidikan dan level pengetahuan dari kelompok target  faktor-faktor komunitas yang mempengaruhi kinerja pekerja kesehatan komunitas.  Keberadaan sebuah kebijakan pekerja kesehatan komunitas, peraturan kebijakan sumberdaya manusia  pada pekerja kesehatan komunitas dan komitmen politik ditemukan  menjadi faktor-faktor yang mempengaruhi konteks kebijakan sistem kesehatan.  Faktor-faktor praktik sistem kesehatan meliputi fungsionalisasi layanan kesehatan, penyediaan sumber daya manusia, tingkat pengambilan kebijakan, pembiayaan kesehatan, dan struktur tata kelola pemerintahan.  Semua faktor-faktor kontekstual dapat berinteraksi untuk membentuk kinerja dan mempengaruhi intervensi atau program pekerja kesehatan komunitas.

Kesimpulan:  

Penelitian  pada program pekerja kesehatan komunitas seringkali tidak menangkap atau secara jelas mendiskusikan konteks dimana para pekerja kesehatan komunitas. Sintesa ini menempatkan dan mendiskusikan pengaruh konteks pekerja kesehatan komunitas dan kinerja program.  Kebijakan kesehatan dan penelitian sistem kedepan semestinya lebih menggali kompleksitas dari pengaruh konteks pada program.  Pembelajaran ini dapat membantu penentu kebijakan dan pengelola program  untuk mengembangkan intervensi pekerja kesehatan komunitas yang secara cukup  merespon konteks untuk optimalisasi kinerja.

Kata kunci:  Pekerja Keseahatan Komunitas, konteks, Keadilan, gender, Kepercayaan  dan praktik kesehatan, negara-negara berpendapatan rendan dan menengah, Kinerja, Kebijakan dan Kajian.