Armelle Pasquet, Eugène Messou, Delphine Gabillard, Albert Minga, Ayeby Depoulosky, Sylvie Deuffic-Burban, Elena Losina, Kenneth A. Freedberg, Christine Danel, Xavier Anglaret, Yazdan Yazdanpanah
Abstrak
Latar belakang
Untuk mengevaluasi type dan frekuensi stock out obat anti retroviral dan pengaruhnya terhadap kematian dan keterputusan layanan di kalangan pasien ODHA di Abidjan, Côte d'Ivoire.
Metode dan temuan
Kami melakukan sebuat a cohort studi terhadap pasien yang mengikuti terapi antiretroviral kombinasi (cART) di tiga klinik HIV untuk orang dewasa antara 1 Februari 2006 hingga 1 Juni 2007. Follow-up berakhir pada 1 Februari, 2008. Hasil yang pertama adalah modifikasi rejimen cART, yang ditentukan paling tidak satu substitusi obat, atau keterputusan selama paling tidak sebulan karena stock out obat di klinik farmasi. Hasil yang kedua adalah pasien yang on cART paling sedikit selama enam bulan terjadi interupsi perawatan, atau kematian. A Cox regression model with time-dependent variables digunakan untuk menilai pengaruh stock out obat antiretroviral terhadap keterputusan perawatan atau kematian.
Secara keseluruhan ada 1.554 ODHA dewasa yang inisiasi cART dan rerata di follow up selama 3,2 bulan. Selama priode tersebut, 72 pasien berhenti treatment dan 98 memodifikasi regimen karena stock-outs obat. Stock-outs meliputi nevirapine dan kombinasi fixed-dose zidovudine/lamivudine pada 27% dan 51% kasus. Dari 1,554 pasien, 839 (54%) inisiasi cART dengan fixed-dose stavudine/lamivudine/nevirapine dan tidak mengalami stock-outs selama masa studi. Diantara 975 pasien yang on cART selama paling sedikit enam bulan, stock-out terkait dengan keterputusan cART meningkatkan risiko keterputusan perawatan atau kematian (adjusted hazard ratio [HR], 2.83; 95%CI, 1.25–6.44) tetapi tidak terjadi pada modifikasi cART (adjusted HR, 1.21; 95%CI, 0.46–3.16).
Kesimpulan
cART stock-outs memengaruhi paling sedikit 11% dari populasi yang on treatment. Keterputusan treatment karena stock-outs sering terjadi dan menyebabkan risiko ganda berupa keterputusan perawatan atau kematian. Stock-outs ini tidak memasukan regimen lini pertama. Karena akses terhadap cART terus meningkat in sub-Sahara Afrika, regimen lini pertama harus distandarisikan untuk mengurangi kemungkinan stock-outs obat.
Selengkapnya: http://journals.plos.org/plosone/article?id=10.1371/journal.pone.0013414