Lindsey K Reif§,1,2, Rachel Bertrand3, Charles Benedict3, Matthew R Lamb2, Vanessa Rouzier3, Rose Verdier3, Warren D Johnson1, Jean W Pape1,3, Daniel W Fitzgerald1, Louise Kuhn4 and Margaret L McNairy1,5

ABSTRAK

JIAS LogoPendahuluan: Kelompok usia remaja menyumbang lebih dari 40% infeksi baru HIV di Haiti. Hasil analisis ini membandingkan antara keluaran kelompok remaja dengan HIV positif sebelum dan setelah pelaksanaan  klinik HIV ramah remaja di Port-au-Prince, Haiti.

Metode: Kami melakukan studi kohort denganmenggunakan data program pada kelompok remaja yang positif HIV yang berusia antara 13-19 tahun. Data dari 41,218 remaja yang telah di tes selama kurun Januari 2003 sampai dengan Desember 2012 dimasukkan dalam studi. Hasil pada cascade perawatan HIV dinilai dan dibandingkan antara sebelum dan sesudah pelaksanaan klinik ramah remaja (2009), termasuk tes HIV, masuk atau pendaftaran dalam perawatanpenilaian untuk kelayakan menerima antiretroviral therapy (ART), inisiasi ART dan 12 bulan retensi dalam ART. Hasil pre-ART dinilai 12 bulan setelah tes HIV. Faktor-faktor yang berhubungan dengan pre-ART dan penurunan pada ART diidentifikasi melalui multivariable competing risk dan Cox proportional hazards regression modelling.

Hasil: Secara kumulatif, 1672 (4.1%) remaja yang di tes HIV positif (80% perempuan, median umur 16 tahun). Retensi menggunakan langkah cascade membandingkan antara pre- dan post-klinik adalah sebagai berikut: 86% dibanding 87% pasien yang masuk dalam perawatan, 61% dibanding 79% yang dinilai pada kelayakan untuk mendapatkan ART, 85% dibanding 92% pada inisiasi ART dan 68% dibanding 66% yang tetap menggunakan setelah 12 bulan ART initiasi. Perubahan pada pre- ART berkurang dari 61% pre-klinik menjadi 50% post-klinik (pB0.001). Perubahan pre-ART ini dihubungkan dengan jenis kelamin perempuan (sub-distributional hazard ratio (sHR): 1.59; CI: 1.31 1.93), adanya diagnosis sifilis (sHR: 1.47; CI: 1.16 1.85) dan tinggal di daerah kumuh (sHR: 0.84; CI: 0.72 0.97). Perubahan pada penggunaan ART dihubungkan dengan adanya diagnosis sifilis (hazard ratio (HR): 2.23; CI: 1.35 3.68) dan CD4 B50 cells/mL (HR: 1.88; CI: 1.15 3.06).

Kesimpulan: Implementasi dari klinik ramah remaja menunjukkan peningkatan retensi perawatan pada kelompok remaja, khususnya pada penilaian kelayakan ART dan inisiasi ART. Intervensi tambahan dibutuhkan untuk meningkatkan retensi pada pasien pre-ART dan untuk mendukung retensi jangka panjang pada pasien yang menggunakan ART.

Artikel lengkap dapat di baca di sini