Selasa, 30 Desember 2014

IlustrasiLaporan Wartawan Tribun Jabar, Teuku Muh Guci S

CIANJUR, TRIBUN - Ketua Pelaksana KPA Kabupaten Cianjur, Suranto, mengakui, belum optimalnya penanggulangan HIV/Aids di Kabupaten Cianjur akibat keterbatasan dana. Pada 2014 saja, KPA Kabupaten Cianjur hanya memiliki anggaran sebesar Rp 50 juta untuk melakukan kegiatan dan sosialisasi.

"Kami memang anggarannya minim tahun, padahal penyakitnya begitu berkembang setiap tahunnya. Kami sendiri sudah menjelaskan kepada pengambil kebijakan di pemerintah Kanupaten Cianjur dan kita sudah berupaya, ya tapi seperti itu," kata Suranto di kantor bupati, Jalan Siti Jenab, Kecamatan Cianjur, Selasa (30/12).

Jumlah kasus HIV/Aids di Kabupaten Cianjur pada 2014 meningkat 100 persen ketimbang jumlah kasus pada 2013 yang jumlahnya sebanyak 54 kasus. Pada 2014 ini jumlah kasusnya ada 98 orang dan itu baru jumlah sampai November 2014.

Berdasarkan data yang dihimpun tren penderita HIV/Aids di Kabupaten Cianjur memang terus mengalami kenaikan sejak 2001 sampai 2014. Secara komulatif, jumlah kasus HIV/Aids di Kabupaten Cianjur sampai November 2014 mencapai 479 kasus.

Namun berdasarkan hasil estimasi, jumlah pengidap penyakit yang belum ada obatnya itu bisa mencapai 1500 kasus sampai 3000 kasus. Estimasi itu berdasarkan penghitungan jika seorang penderita yang ada di Kabupaten Cianjur itu menularkan HIV/Aids ke 3-5 orang lainnya.(cis)

Penulis: cis
Editor: ddh