Ilustrasi kampanye HIV/AIDS. (sumber: EPA)Berita Satu | 22 Januari 2015

Jakarta - Dalam upaya penanggulangan HIV/AIDS di Indonesia, pemerintah telah mengeluarkan beberapa kebijakan, termasuk perluasan pengobatan antiretroviral (ARV) melalui "Strategic Use of ARF" atau SUFA. Metode ini juga dikenal dengan istilah "test and treat".

Selain itu, penggunaan Pre-exposure prophylaxis (PrEP) juga telah dimasukkan dalam "Strategi Rencana Aksi Nasional 2015-2019 Penanggulangan HIV dan AIDS". Namun, menurut Wenita Indrasari yang ikut terlibat dalam penyusunan rencana aksi nasional tersebut, implementasi PrEP di Indonesia masih membutuhkan kajian yang lebih mendalam.

"Sebelum diimplementasikan, tentunya harus ada penelitian tentang seberapa jauh ide ini bisa diterima oleh masyarakat, layak dilakukan atau tidak, termasuk di dalamnya kesiapan fasilitas kesehatan untuk memberikan pelayanan tersebut," kata Wenita dalam acara dialog yang digelar Pusat Penelitian HIV dan AIDS (PPH) Atma Jaya di Jakarta, Kamis (22/1).

Hal yang juga dikaji adalah pendanaan untuk menjalankan metode tersebut. Akan dilihat apakah metode ini lebih efektif dibandingkan metode lainnya dalam upaya penanggulangan HIV dan AIDS.

"PrEP ini metode yang tergolong baru, yaitu memberikan obat ARV untuk orang-orang yang masih HIV-negatif, namun memiliki perilaku berisiko. Tentunya sebelum diimplementasikan secara penuh, perlu melihat sejauh mana ide ini bisa diterima masyarakat. Tetapi memang beberapa penelitian di dunia yang dilakukan sejak tahun 2010 telah menunjukkan hasil yang baik," kata dia.

Walau sudah dimasukkan dalam "Strategi Rencana Aksi Nasional 2015-2019", metode ini sampai sekarang belum diperkuat dengan Peraturan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Tetapi menurut Wenita, penguatan tersebut tidak lama lagi akan keluar.

"Ini akan segera dikuatkan dan sudah bisa menjadi rujukan untuk upaya penanggulangan HIV/AIDS yang terpadu," terang Wenita yang juga menjadi peneliti di Clinton Health Access Initiative (CHAI), yaitu LSM Internasional yang peduli dengan masalah HIV/AIDS.

Penulis: Herman/NAD

Sumber: http://www.beritasatu.com/kesehatan/242807-tekan-penularan-hivaids-indonesia-segera-terapkan-metode-prep.html