Penderita hemofilia sering kali membutuhkan transfusi darah. (Ilustrasi: dok. Okezone)Afriani Susanti | Rabu, 28 Januari 2015

JAKARTA – Seorang mahasiswa China Institute of Industrial Relations dipecat dari kampus karena menderita penyakit kelainan darah. Mahasiswa dengan nama samaran Zheng Qing ini mengidap hemofilia.

Seperti dikutip dari Asia One, Rabu (28/1/2015), Zheng dipaksa keluar oleh pihak kampus pada September 2014. Mahasiswa 21 tahun jurusan jurnalistik ini juga dibebaskan dari wajib militer karena penyakitnya tersebut. Hemofilia adalah kondisi yang menyebabkan darah penderitanya tidak bisa menggumpal. Penderita penyakit ini kerap membutuhkan transfusi darah.

Meski peyakit ini tidak menular, pihak kampus tetap mengusir Zheng. Kampus beralasan, tindakan ini sesuai peraturan pendidikan dari pemerintah yang dikeluarkan tahun 2003 lalu. Peraturan tersebut menyatakan bahwa sekolah dengan dapat mengeluarkan siswa-siswi yang terjangkit sebuah penyakit serius.

Zheng tidak terima dengan keputusan tersebut. Pengacara Zheng pun berpendapat, peraturan tersebut dibuat pada siswa atau siswi yang tidak dapat menyelesaikan sekolahnya dan menjaga diri mereka dengan baik.

China memang memiliki cerita panjang dalam mengucilkan orang-orang yang memiliki penyakit tertentu. Bahkan penderita HIV/AIDS telah didiskriminasi dalam pasar kerja China selama bertahun-tahun. Mereka yang terjangkit virus tersebut tidak diizinkan mendapatkan visa hingga 2010.

Desember 2014 lalu, lebih dari 200 orang menandatangani petisi untuk mengusir bocah laki-laki berusia delapan tahun yang positif mengidap HIV/AIDS. Hal ini memunculkan debat secara nasional dan menyorot stigma-stigma yang terlibat di dalamnya.

(rfa)

 

Sumber: http://news.okezone.com/read/2015/01/28/65/1098194/pemuda-china-dikeluarkan-kampus-karena-sakit