Ilustrasi | ReuterOleh: Zainulmukhtar | Minggu, 19 April 2015

INILAHCOM, Garut - Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Garu berharap Pemkab Garut dapat membantu setiap orang hidup dengan HIV/AIDS (ODHA) untuk mendapatkan hak pelayanan jasa kesehatan.

Pasalnya, dari 272 ODHA yang ada di Garut, saat ini masih terdapat sekitar 80 ODHA yang belum dapat mengakses terapi Antiretroviral (ARV) karena keterbatasan ekonomi. Terdapat juga di antaranya karena belum ada kemauan dari para ODHA sendiri, serta tak menyadari status dirinya sebagai ODHA.


Padahal sesuai Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2012 tentang BPJS, disebutkan setiap orang Indonesia diwajibkan menjadi peserta BPJS Kesehatan.

Makanya, kami berharap Pemkab Garut segera mengalokasikan bantuan sosial dana premi untuk jasa pelayanan BPJS bagi ODHA, khususnya kalangan ekonomi lemah. Agar mereka dapat memenuhi kebutuhan berobatnya, termasuk mendapatkan ARV seperti dijanjikan Bupati. Lagi pula BPJS bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan tes kekebalan tubuh, serta tes menyangkut jumlah virus yang ada dalam tubuh seorang pengidap HIV/AIDS, ujar Pengelola Program KPA Kabupaten Garut Guntur Yana Hidayat, Minggu (19/4/2015).

Dia menyebutkan, sebelum program BPJS digulirkan, sebanyak 21 ODHA memiliki Jamkesmas sehingga punya akses mendapatkan obat ARV. Satu kali pengambilan, mereka mendapatkan 30 butir obat untuk dikonsumsi selama sebulan. Namun setiap pengambilan obat dilakukan, mereka diwajibkan membayar uang pendaftaran sebesar Rp 30 ribu.

Ihwal total jumlah temuan ODHA di Kabupaten Garut, Guntur menyebutkan, hingga Maret 2015 tercatat terdapat sebanyak 410 ODHA positif. Sebanyak 138 ODHA di antaranya diketahui meninggal dunia.

Dari 410 ODHA itu, ada 7 kasus merupakan temuan terbaru di Maret 2015 ini. Salah seorangnya bahkan meninggal dunia belum lama ini, kata Guntur.

Diperkirakan jumlah ODHA di Garut lebih banyak lagi. Sebab kasus HIV/AIDS terbilang merupakan sebuah fenomena gunung es. Karena itu, kata dia, kasus HIV/AIDS membutuhkan perhatian dan penanganan serius dari berbagai pihak.

Guntur juga berharap program pendampingan dan pengadvokasian terhadap ODHA secepatnya direalisasi pemerintah agar KPA Garut dapat terus melakukan peningkatan jasa pelayanan pendampingan kasus HIV/AIDS secara maksimal.

Apalagi KPA Garut telah menerima bantuan kendaraan operasional jenis minibus carry bekas inventaris kendaraan dinas Camat Banyuresmi bernomor polisi Z 2776 D yang diserahkan Pemkab Garut belum lama ini.

Dengan bantuan berbagai pihak, kita agendakan hingga akhir 2015 nanti, setiap ODHA di Garut bisa mengakses terapi ARV, ujarnya. [hus]

 

Sumber: http://www.inilahkoran.com/read/detail/2197142/berharap-odha-miskin-di-garut-dapat-bantuan-bpjs