Merdeka, 23 Februari 2014
Merdeka.com - HIV/AIDS masih menjadi momok menakutkan bagi setiap orang yang gemar bergonta-ganti pasangan dalam berhubungan seks. Hanya saja, meski risiko kematian di depan mata, ada saja wanita yang nekat melakoni pekerjaan sebagai penjaja kenikmatan bagi pria hidung belang.
Sebut saja Cicil (30), perempuan cantik yang berprofesi sebagai wanita penghibur atau ladies di salah satu kelab malam yang terletak hampir di depan Pusat Perbelanjaan Manado Town Square ini tahu betul risiko maut yang mengancamnya saat berganti gonta-ganti pasangan seks.
"Jujur takut dengan risikonya tapi mau gimana lagi, saya harus menafkahi ibu dan anak saya," ucap wanita yang mengaku telah bercerai dengan suaminya sejak beberapa tahun yang lalu, Sabtu (22/2) malam saat merdeka.com mewawancarai di tempat dia bekerja.
Paling tidak, dia selalu punya jurus untuk mencegah penyakit menular berbahaya ini menjangkitinya.
"Hidup ini selalu punya risiko Mas, dan risiko itu harus kita ambil. Hanya saja tetap harus menggunakan kondom saat berhubungan badan," ujarnya.
Namun dia menolak disebut wanita gampangan. "Saya enggak mau sembarangan diajak keluar dan begituan. Paling harus beberapa kali ketemu dulu, kalau sudah dekat dan saya kenal betul baru bisa," ucapnya.
Beruntung bagi lelaki yang pintar memainkan kata-kata manis. Kalimat-kalimat mesra dengan tutur kata lembut, dikatakan Cicil, gampang meluluhkan hatinya. "Jujur, kalau ada yang pintar merayu, aku gampang diajak tidur gratis," cetus dia spontan.
Dalam melakoni profesinya, Cicil mengaku sudah beberapa kali berhubungan intim dengan pria-pria yang mengencaninya. Sekali kencan ia mematok harga Rp 500 ribu. "Kalau tempatnya ya di hotel, masa di pinggiran pantai Mas," candanya.
Sebenarnya, hidup sebagai wanita penghibur bukan tujuan. Bergelayut manja dan berada dalam satu pelukan lelaki ke lelaki lain tak pernah dia duga harus dijalaninya. Keretakan rumah tangga yang telah dibangun dengan setia sejak awal menikah, melahirkan dendam dalam hati terhadap mantan suami.
Namun Cicil punya kerinduan untuk kembali hidup normal di masyarakat, menjalani tugas utamanya sebagai istri dan ibu dalam keluarga. "Itu kalau memang ada jodoh dan memungkinkan untuk bisa menikah lagi. Aku ingin hidup baik-baik. Jujur saja pekerjaan ini melelahkan," jelas wanita berwajah mirip artis terkenal ini. [bal]
Reporter: Tommy A Lasut
Sumber: Merdeka