Skala News, 18 Mei 2014

Ilustrasi

Keberadaan WPA harus dipertahankan, karena untuk mencegah atau antisipasi penyebaran HIV/AIDS ini tidak hanya semata-mata tugas pemerintah atau KPA saja tetapi seluruh pihak karena penyebaran penyakit ini tidak mengenal usia maupun golongan di masyarakat

Skalanews - Komisi Penanggulangan AIDS Kota Sukabumi, Jawa Barat, terus memperkuat keberadaan Warga Peduli AIDS atau WPA di tujuh kecamatan se-Kota Sukabumi dengan tujuan menekan angka penularan penyakit ini.

"Keberadaan WPA harus dipertahankan, karena untuk mencegah atau antisipasi penyebaran HIV/AIDS ini tidak hanya semata-mata tugas pemerintah atau KPA saja tetapi seluruh pihak karena penyebaran penyakit ini tidak mengenal usia maupun golongan di masyarakat," kata Ketua KPA Kota Sukabumi Ahmad Fahmi kepada wartawan, Minggu.

Menurut Fahmi, dengan adanya WPA ini diharapkan bisa mempercepat penanganan jika ada warga yang positif terjangkit HIV atau minimalnya orang tersebut rawan tertular penyakit yang sampai saat ini belum ada obatnya itu. Selain itu, tugas kader WPA juga mendeteksi secara dini penyebaran HIV-AIDS di wilayahnya masing-masing, oleh karena itu para kader ini akan terus memantau kelompok masyarakat khususnya yang dikategorikan beresiko tinggi terhadap penyebaran HIV-AIDS.

Lebih lanjut, kader WPA diambil dari berbagai golongan di masyarakat seperti berasal dari tim penggerak PKK, kader posyandu, anggota karang taruna, tokoh agama/masyarakat, maupun lembaga lainnya yang peduli terhadap HIV/AIDS seperti Rumah Cemara, komunitas gay dan lain-lain.

"Tugas kader WPA ini adalah melakukan sosialisasi dan penyuluhan tentang bahaya penyebaran HIV-AIDS kepada berbagai elemen masyarakat di wilayahnya masing-masing melalui pertemuan di tingkat RT dan RW sampai Kelurahan," tambahnya.

Untuk itu, agar program ini berjalan lancar pihaknya juga tugas WPA ini juga tidak hanya sebatas meningkatkan kemampuan dalam mendeteksi secara dini penyebaran HIV-AIDS di wilayahnya masing-masing, juga untuk menyamakan persepsi dan pemahaman dalam penanganan HIV-AIDS ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja.

Fahmi mengatakan penguatan keberadaan WPA ini bagian dari upaya preventif untuk mencegah semakin meluasnya kasus HIV-AIDS di masyarakat dan diharapkan dengan adanya WPA ini dapat meningkatkan peran serta warga dalam melakukan penanggulangan HIV-AIDS di wilayahnya masing-masing.

Diakuinya, pada tahun ini saja pihaknya menemukan 34 kasus baru penyebaran HIV/AIDS dan hampir setiap tahunnya angka penularannya terus bertambah yang disebabkan oleh beberapa faktor seperti perilaku seks menyimpang, seks tidak sehat seperti gonta ganti pasangan dan penggunaan narkoba suntik.

"Sampai saat ini baru 10 WPA yang sudah dibentuk dan dananya berasal dari donor atau "global fund" dan ke depannya kami juga akan membentuk WPA di setiap kelurahan atau minimal ada 33 WPA," kata Fahmi yang juga Wakil Wali Kota Sukabumi ini. (ant/mar)

Sumber: Skala News