Berita Satu, 24 Mei 2014

Ilustrasi kampanye HIV/AIDS. (sumber: EPA)Jakarta - Orang dengan HIV/AIDS (odha) di sejumlah tempat di Tanah Air menggelar malam renungan HIV 2014. Salah satunya yang tergabung di Yayasan Pelita Ilmu (YPI) dan Komunitas Odha Berhak Sehat.

Di YPI, para odha berkumpul dan saling menyemangati melalui pembacaan puisi, menyanyi, kisah inspiraif, dan menyalakan lilin untuk mengenang kawan seperjuangan yang telah wafat. Juga membentuk rantai dengan pita merah sebagai simbol solidaritas dan semangat hidup.

Ketua Sentra Layanan Informasi Drugs, HIV/AIDS, dan Reproduksi (Sandar) sekaligus pendiri YPI, Prof Djubairi Djoerban, mengatakan di Indonesia renungan malam tersebut dimaksudkan untuk mengenang para odha yang telah wafat dalam perjuangannya melawan AIDS. Sejak epidemi AIDS mulai diketahui menjangkiti Indonesia di pertengahan 1980an, lebih dari 127,416 orang telah terinfeksi HIV dan sekitar 9.585 jiwa meninggal.

Renungan malam juga memberi kekuatan dan harapan bagi yang masih hidup untuk berjuang bersama. Memberikan kepastian kepada yang masih hidup bahwa cahaya, cinta dan impian itu akan tetap menyala. Artinya, HIV/AIDS bukanlah kiamat, bisa diobati dan terkontrol.

"Saat ini ribuan odha tetap sehat walaupun 10 tahun minum ARV dan rajin kontrol ke dokter. Lebih baik lagi bila tidak hanya tertolong, tetapi tertolong dan bekerja," kata Djubairi di sela-sela renungan malam bersama odha yang tergabung di YPI, di Jakarta, Jumat (23/5).

Pada bulan Mei setiap tahunnya, dunia mendedikasikan satu hari untuk melakukan perenungan mengenai epidemik HIV. Penyakit ini menjadi persoalan kesehatan serius karena berdampak luas terhadap kehidupan tiap bangsa di dunia. Sejak awal epidemi, lebih dari 75 juta orang terinfeksi HIV dan hampir 36 juta telah meninggal.

International AIDS Candlelight Memorial ini diinisiasi oleh Global Network of People Living With HIV. Dimulai sejak 1983, acara ini mengambil momen setiap hari minggu di bulan Mei.

Biasanya dilaksanakan hampir di setiap negara, di pimpin oleh banyak komunitas dan organisasi di seluruh belahan dunia. Momen ini lebih dari sebuah memorial, melainkan sebuah kampanye global untuk meningkatkan kembali kesadaran masyarakat bahwa HIV AIDS ada.

Public Campaigner dari gerakan Odha Berhak Sehat, Ayu Octariani, menambahkan momen ini menjadi pengingat untuk meningkatkan solidaritas, mengenang kembali mereka yang telah wafat dalam perjuangan melawan AIDS.

"Malam renungan ini diharapkan dapat kembali memberikan harapan kepada mereka yang masih hidup dengan HIV untuk terus bertahan dan berjuang bersama sama," katanya.

Penulis: D-13/MUT; Sumber:Suara Pembaruan

Sumber: Berita Satu