Tribun News, 26 Mei 2014
TRIBUNNEWS.COM, ENREKANG -- Lembaga Pemantau Independen (LPI) Enrekang, menyebutkan jika pengidap penyakit mematikan HIV AIDS, di Bumi Maserrempulu, terus bertambah, tiap tahunnya.
Hal tersebut diungkapkan oleh ketua LPI Enrekang, Rahmat Lamada, saat dikonfirmasi melalui telepon selularnya, Senin (26/5/2014).
Iapun mengaku sangat prihatin dengan hal tersebut. Ia juga berharap agar pemerintah Kabupaten Enrekang, tidak berpangku tangan dengan kejadian tersebut.
Ia juga mengatakan bahwa 2013 lalu, Dinas Kesehatan Enrekang hanya merilis, 21 orang yang terjangkit virus HIV AIDS.
"Ini yang memperhatinkan, karena 2014, bertambah lagi tiga orang, sehingga totalnya 24 orang," kata Rahmat.
Iapun mengaku sangat khawatir dengan hal tersebut." Ini sangat menghawatirkan, dan tentu masih banyak masyarakat yang terjangkit, namun belum terdeteksi," kata Rahmat.
Menurut Rahmat, hingga saat ini Pemkab Erekang, belum memiliki alat khusus mendeteksi penyakit ini.
"Sehingga petugas rumah sakit Enrekang, sering kecolongan sehingga pasien baru bisa terdeteksi ketika di rujuk ke Makassar atau pare pare," ujar Rahmat.
Ia berharap agar Pemprov Sulsel, dan Pemkab Enrekang, melalui dinas terkait untuk menyiapkan sarana dan prasarana terutama anggaran demi pencegahan dan pendeteksian dini untuk memotong dan memangkas Penyebaran penyakit mematikan ini.
" Sebagai putra daerah yang sangat prihatin dan pemerhati penyakit HIV-AIDS sangat mengharapkan kepada Pemprov, khususnya Bupati Enrekang, agar memberikan perhatian khusus kepada masalah ini," imbaunya.(Ali)
Editor: Hendra Gunawan; Sumber: Tribun Timur
Sumber: Tribun News