Pos Kota, 13 Juli 2014

Foto: IstimewaKEMBANGAN (Pos Kota) – Sebanyak 244 pasien pengguna narkoba jarum suntik ikut Program Terapi Rumatan Metadon (PTRM) di tiga Puskesmas kecamatan di Jakarta Barat. Program ini untuk memutus mata rantai penularan HIV/AIDS dari pengguna narkoba akibat penggunaan jarum suntik yang tidak steril.

Kasudin Kesehatan Jakarta Barat, Widyastuti mengatakan tiga Puskesmas yang melayani terapy metadon yaitu Kecamatan Tambora, Cengkareng dan Grogol Petamburan. " Saat ini jumlah pasien PTRM di Jakarta Barat yang tersebar pada tiga Puskemas tersebut sebanyak 244 orang," jelasnya, kemarin.

Adapun rincian pasien PTRM, Puskemas Tambora 105 pasien, Grogol Petamburan 81 pasien dan Cengkareng 58 pasien. Terapi metadon penggunaannya dengan cara diminum sesuai dosis, ini dipilih karena memiliki efek menyerupai morfin dan kokain dengan masa kerja yang lebih panjang sehingga dapat diberikan satu kali sehari.

"Jadi polanya yang diganti. Dari awalnya pengguna narkoba menggunakan jarum suntik dirubah dengan cara diminum. Tindakan ini untuk memutus mata rantai penularan HIV/AIDS yang ditularkan dari penggunaan jarum suntik oleh pengguna narkoba yang tidak steril," jelas Widyastuti.

Tujuan PTRM adalah merubah perilaku dan meningkatkan kesehatan pengguna narkoba dan zat aditif hingga dapat hidup normal dan produktif. "Laporan dari para konseling pasien PTRM cenderung mengalami penurunan. Tapi datanya saya nggak ingat," katanya. (tarta/yo)

Sumber: Pos Kota