Berita Sore, 25 Juli 2014
Medan ( Berita ) : Tiga puskesmas di Medan siap melakukan perawatan terhadap pasien Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) sehingga tidak harus menjalani perawatan di rumah sakit.
"Saat ini sedikitnya tiga puskesmas sudah dilatih merawat ODHA, yakni Puskesmas Teladan, Helvetia dan Puskesmas Padang Bulan," kata Project Officer Global Fund Dinas Kesehatan Sumatera Utara Andi Ilham Lubis di Medan Jumat [25/07].
Ia mengharapkan kepada seluruh rumah sakit yang melayani perawatan pasien HIV/AIDS agar merealisasikan program rujuk balik pasien ke puskesmas yang menangani Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA), Dengan program rujuk balik ini diharapkan dapat mempercepat akselerasi strategy use for ARV (SUFA).
"Dengan SUFA ini, maka ODHA yang berisiko tinggi seperti ibu hamil, TBC, hepatitis, penderita infeksi menular seksual (IMS) dan pasangan Odha yang positif diberikan obat antiretroviral (ARV)," katanya.
Jadi, kata Andi, dengan sistem rujuk balik itu, maka tidak saja ODHA yang berisiko tinggi, tapi juga ODHA secara keseluruhan bisa dengan mudah mengakses perawatan dan obat ARV.
"Kalau di rumah sakit perlu antri dan membayar uang karcis, maka di puskesmas tidak lagi. Hal ini, sebagai upaya pemerintah untuk mempercepat pencapaian target pembangunan millennium (MDGs)," katanya.
Selain masalah ini, Andi mengingatkan lagi, sesuai surat edaran No HK.0303/III/0992/2014 tentang penyelenggaraan pelayanan orang dengan HIV-AIDS di rumah sakit dikeluarkan Dirjen Bina Upaya Kesehatan, Akmal Taher. Dalam edaran ini, rumah sakit wajib memberikan kesehatan pada ODHA sesuai kemampuan. Setiap rumah sakit minimal kelas C wajib mendiagnosis, melakukan pengobatan dan perawatan ODHA sesuai dengan ketentuan dalam sistem rujukan.
Poin berikutnya, fasilitas pelayanan kesehatan primer dan rumah sakit kelas D dapat melakukan diagnosis, pengobatan dan perawatan Odha sesuai kemampuan. "Terakhir, rumah sakit tidak diperkenankan menolak dan memberikan pelayanan kesehatan bagi ODHA," katanya. (ant )
Sumber: Berita Sore