TribunNews, 6 Januari 2014

TRIBUNNEWS.COM YOGYAKARTA, - Angka tertinggi penderita HIV/AIDS di Kabupaten Sleman adalah kalangan pekerja swasta dan kaum ibu. Berdasarkan data dari Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Sleman, jumlahnya masing-masing sebanyak 17,94 persen dan 16,54 persen.

"Banyaknya pasien ibu rumah tangga ini sangat memprihatinkan. Mereka kebanyakan tertular dari suami," terang Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Sleman, Mulyanto, Senin (6/1/2013).

Selain karyawan swasta dan ibu, penderita HIV/AIDS juga ada yang berasal dari kalangan profesional nonmedis, narapidana, PSK, buruh kasar, tenaga profesional, pelajar/mahasiswa, PNS, petani, dan sopir. Menurut data Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Sleman, sampai September 2013, ada 513 kasus HIV/ADIS, terdiri dari 279 HIV dan sisanya AIDS. Penderita mayoritas berjenis kelamin laki-laki, yakni 366 orang dan perempuan 127 orang. "Sebanyak 462 orang masih bertahan hidup dan 40 pasien meninggal," jelasnya.

Ditinjau dari faktor risiko, pasien HIV/AIDS didominasi kalangan heteroseksual yakni sebanyak 256 orang. Lainnya tertular akibat faktor homoseksual sejumlah 59 orang, biseksual 5 orang, narkoba suntik 80 orang, perinatal 13 orang, dan transfusi dua orang. "Sebanyak 98 pasien tidak diketahui risiko penularannya," katanya.

Mulyanto menambahkan, KPA juga menemukan 11 orang positif mengidap penyakit HIV/AIDS. Namun Mereka belum diketahui keberadaannya. "Ini yang masih perlu dicari. Jangan sampai mereka menularkan kepada orang lain," tandasnya.
Mulyanto menuturkan, guna mengantisipasi bertambahnya jumlah penderita HIV/AIDS, khusunya ibu rumah tangga, pada kegiatan puncak peringatan Hari AIDS Sedunia 2013 lalu ditandatangani komitmen setia kepada pasangan.

Sumber: TribunNews