Kaltim Post, 7 Agustus 2014
Perhatian Pemerintah ke ODHA Kurang
PENAJAM - Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Komunitas Peduli AIDS (KPA) Plus Joddy mengatakan bahwa perhatian pemerintah kabupaten terhadap pengidap HIV-AIDS di Penajam Paser Utara (PPU) masih sangat kecil.
Diketahui saat ini ODHA (sebutan pengidap penyakit HIV) yang ada di PPU sudah berjumlah 21 orang. Dan untuk kasus terakhir ditemukan di Kecamatan Penajam tiga bulan lalu.
Joddy menjelaskan perlu sinkronisasi dua instansi antara Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Penajam dalam penanganan ODHA. "Hal tersebut mengakibatkan tidak jalannya program yang ada, seperti Klinik VCT," kata Joddy.
Tidak hanya itu, Joddy juga memaparkan permasalahan terhambatnya penanganan HIV-AIDS dikarenakan kurangnya anggaran. "Dana APBD untuk penanganan HIV jauh dari harapan. Dan kami berharap terkhusus Bidang Kesehatan masyarakat Dinas Kesehatan atau yang bertanggung jawab di situ harus orang yang benar-benar mengerti terhadap kesehatan masyarakat," ungkap Joddy.
Pun demikian, sejauh ini Dinas Kesehatan hanya meminta data saja. "Jangan sampai Dinas Kesehatan hanya meminta data saja," ungkap Joddy.
Ia menegaskan, bahwa tidak ada sama sekali bantuan suplemen maupun vitamin dari pemerintah. Untuk pendanaan ditanggung sendiri oleh ODHA. "Untuk obat, maupun tes darah terkadang menggunakan dana kami dan juga dana pribadi mereka sendiri," tuturnya.
Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Kesehatan Arnold Wayong mengatakan bahwa pengadaan terkait vitamin, obat ataupun suplemen untuk ODHA memang masih dalam proses. "Karena itu pengadaan jadi kami harus berhati-hati ," jawab Arnold saat dikonfirmasi. (*/say/ede/tom/k15)
Sumber: Kaltim Post