Suara Merdeka, 19 Agustus 2014
TEMANGGUNG, suaramerdeka.com - Ketua Badan Narkotika Kabupaten Temanggung, Irawan Prasetyadi mengatakan, Pemkab membutuhkan waktu setidaknya tiga tahun untuk bekerja menanggulangi penyebaran HIV/AIDS di wilayah penghasil tembakau tersebut.
"Kita perkirakan untuk kinerja penanggulangan HIV/AIDS akan terlihat minimal dalam waktu tiga tahun. Ini bukan masalah sepela perlu waktu yang tida singkat. Kita juga harus memaspadai potensi melonjaknya angka penderita dalam tiga tahun ke depan, sebab selesainya masa inkubasi virus penyab HIV/AIDS berimplikasi pada bertambahnya jumlah penderita,"ujarnya Senin (18/8).
Oleh karena itu, selama rentang waktu tiga tahun ke depan, pihaknya akan menempuh berbagai upaya penaggulangan, di antaranta peningkatan program kampanye HIV/AIDS di masyarakat, Bupati dan wakil bupati turun langsung dalam program antisipasi melalui program bupati mengajar dengan sasaran para pelajar.
Langkah lainnya pembentukan gerakan Remaja Sadar AIDS agar kampanye di masyarakat semakin massif. Upaya preventifnya penanganan penggunaan narkoba dan seks bebas, dan langkah kuratif melalui pengobatan gratis bagi pengidap penyakit HIV/AIDS.
Sementara itu data di Komisi Penaggulangan HIV/AIDS (KPA) Kabupaten Temanggung, memasuki semester kedua tahun 2014, jumlah penderita ada 254 orang terdiri dari 139 laki-laki dan 115 perempuan. Data itu tercatat sejak tahun 1997 di mana kali pertama ditemukan pengidap HIV/AIDS di Temanggung.
Pengelola Program KPA Untoro Dwi Satoto mengatakan, jumlah pengindap terus mengalami peningkatan. Pada bulan Mei 2014 ditemukan 249 kasus HIV/AIDS, daru jumlah itu 117 orang telah meninggal, dan 103 masih hidup. Dari total jumlah tersebut 16 adalah balita, dan 10 di antaranya telah meninggal. Dari segi usia rata-rata berusia 30-34 tahun sebanyak 62 orang, usia 25-29 tahun sebanyak 58 orang, lalu usia 20-24 tahun 47 orang.
( Raditia Yoni Ariya / CN39 / SMNetwork )
Sumber: Suara Merdeka