Suara Merdeka, 18 Agustus 2014

KARANGANYAR, suaramerdeka.com – Penyebaran penyakit AIDS di Karangayar semakin mengkhawatirkan. Dalam enam bulan terakhir, terdapat tambahan penderita baru sebanyak 40 orang. Mereka sudah dinyatakan positif mengidap HIV/AIDS. Bahkan tiga di antara sudah meninggal beberapa bulan lalu.

Perkembangan ini dirasakan sangat memprihatinkan, sebab ternyata penderita justru didominasi oleh warga desa di pelosok yang memang banyak di antara mereka yang bekerja di luar kota, dan pulang-pulang sudah membawa penyakit yang belum ada obatnya itu.

Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan Dinkes Karanganyar, Fatkhul Munir mengatakan, pihaknya menggencarkan sosialisasi ke berbagai pihak, mulai dari pekerja industri, warga kampung, kalangan organisasi massa, pelajar dan banyak kalangan yang diharapkan semakin paham bahaya penyakit ini.

''Kami juga terus mendampingi dan memantau 40 penderita baru itu, karena mereka sudah positif terjangkit, sehingga secara psikologis harus didampingi. Selain itu jangan sampai mereka juga malah mendendam kemudian menyebarkan penyakit itu kepada pihak lain,'' kata dia.

Sumber penyakit AIDS yang diderita warga Karanganyar itu memang banyak yang berasal dari luar. Yakni mereka yang bekerja di luar Karanganyar kemudian terkena penyakit itu. Namun ada juga yang ditularkan di keluarga mereka sendiri, kepada istrinya.

''Ada beberapa ibu rumah tangga yang terkena penyakit itu karena berasal dari suaminya yang sudah lebih dahulu terkena. Kami juga sedang memantau ibu rumah tangga yang hamil, yang terkena HIV/AIDS, agar jangan sampai penyakit itu menjangkiti anaknya,'' tandas dia.

Dikatakannya, pihaknya menggencarkan sosialisasi sekaligus mengundang mereka yang beresiko tinggi terjangkit penyakit ini untuk tidak malu memeriksakan diri ke Klinik VCT di rumah sakit maupun datang kepada petugas Puskesmas agar diantar memeriksakan diri.

''Misalnya mereka yang memiliki anggota keluarga yang biasa berada di luar kota dalam jangka waktu lama. Suaminya bekerja di luar kota, atau istrinya, dan lainnya. Jika memang ada indikasi dan kekhawatiran, sebaiknya diperiksakan,'' kata Munir.

Bagaimana dengan sumber penyakit yang ada di wilayah Karanganyar sendiri ? Munir mengatakan, pihaknya juga memantau dan melakukan pendamingan. Antara lain beberapa pekerja seks komersial liar di beberapa kompleks.

''Kami sudah memegang datanya, dan terus kami pantau agar berhenti. Namun kami tentu tidak bisa setiap saat, sehingga ada saja yang nekat, dan biasanya ada juga yang datang. Jika melihat kenyataan ini, sangat mungkin angka 40 itu sebetulnya seperti fenomena gunung es saja, kenyataannya sangat banyak,'' kata dia.

Tentang penderita yang meninggal, Munir mengatakan salah satu yang mempercepat adalah beban psikologsnya. Ketika dia tahu menderita HIV/AIDS, kondisinya sangat cepat drop dan akhirnya meninggal.

''Namun bukan berarti tidak perlu periksa. Sebab ini untuk mencegah jangan sampai menular, apalagi kepada keluarga sendiri yang mestinya tidak tahu soal itu. Sekaligus juga akan mendapatkan pendampingan yang baik,'' tegasnya.

Pihaknya sudah melaporkan kepada Bupati selaku Ketua Penanggulangan Penyebaran HIV/AIDS, dan diperintahkan melakukan sosialisasi kepada seluruh elemen masyarakat.

( Joko Dwi Hastanto / CN19 / SMNetwork )

Sumber: Suara Merdeka