Kaltim Post, 29 Agustus 2014
PKK Penyuluhan KRR di SMK I
SENDAWAR - Remaja berhak memperoleh informasi yang benar, objektif, akurat, jujur mengenai kesehatan reproduksi dan seksualitas.
Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) kabupaten merasa perlu memberikan penyuluhan tentang kesehatan reproduksi remaja (KRR) diikuti 232 siswa SMK 1 Sendawar Kecamatan Melak, Rabu (27/8).
Wakil Ketua IV TP PKK Kabupaten Dempin Murni, selaku narasumber dalam kegiatan penyuluhan KRR menuturkan, informasi KRR bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman remaja mengenai pentingnya kesehatan reproduksi (kespro). Dengan harapan supaya remaja mampu mempersiapkan diri menghadapi dan melewati masa pubertas, melindungi remaja dari berbagai risiko kespro, membuka akses pada informasi dan pelayanan kespro sekolah maupun luar sekolah. Selain itu dengan pengetahuan tentang kespro bisa sebagai dasar kuat mengambil keputusan-keputusan penting dalam memasuki masa dewasa yang lebih cerah dan bertanggung jawab.
Dempin menjelaskan, KRR adalah suatu kondisi sehat yang menyangkut sistem reproduksi fungsi, komponen dan proses yang dimiliki oleh remaja baik secara fisik, mental, emosional, dan spiritual. Manfaat pendidikan kespro yang ditekankan bagi remaja agar mereka mengerti dan memahami dengan jelas peran jenis kelaminnya. Kemudian menerima setiap perubahan fisik yang dialami dengan wajar dan apa adanya. Menghapus rasa ingin tahu yang tidak sehat, memperkuat rasa percaya diri dan bertanggung jawab pada dirinya, mengerti dan memahami betapa besarnya kuasa Sang Pencipta.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) pada 2007 di Indonesia, remaja usia 10-24 tahun sekitar 64 juta orang dari 222 juta jiwa penduduk Indonesia masih sangat rendah pengetahuan remaja tentang KKR.
Kemudian, berdasarkan survei remaja laki-laki dan perempuan usia 15 -24 tahun hanya 49,5 persen dan 45,5 persen tahu jika berhubungan badan bisa mengakibatkan kehamilan. Sedangkan kasus HIV/AIDS di Indonesia 2007 mencapai 14.628 orang separuhnya remaja.
Kemudian data 2012 Indonesia kasus AIDS mencapai 120 ribu kasus, 20 persennya menimpa anak balita, kasus narkoba 1,5 persen penduduk Indonesia atau 3,2 juta jiwa, 78 persen adalah kelompok remaja usia 20- 29 tahun. Berikutnya survei Komnas Perlindungan Anak di 33 Provinsi menyimpulkan siswa SMP dan SMA, 1,97 persen pernah menonton film porno, 2,93 persen siswa SMP dan SMA pernah ciuman.
Dijelaskan Dempin, yang memengaruhi perilaku remaja dalam pergaulan adalah, teman sebaya yang mempunyai pacar, adanya teman yang setuju hubungan seks pranikah, serta adanya teman yang memengaruhi untuk melakukan seks pranikah. Penyuluhan KRR yang dilakukan, bertujuan agar remaja mengetahui bahaya dan bisa menjaga diri, bukan malah setelah mengikuti pelatihan malah melakukan hal-hal negatif. "Dalam bergaul memiliki banyak teman boleh-boleh saja, tetapi memilih teman yang baik itu juga sangat penting sehingga tidak menjerumuskan dalam pergaulan," katanya. (hms10/waz/k9)
Sumber: Kaltim Post