Oke Zone, 30 Agustus 2014

Foto: Ajeng/detikHealthJakarta, Berdasarkan Data Kemenkes RI, jumlah kasus HIV-AIDS di Indonesia justru paling banyak terjadi pada ibu rumah tangga. Kondisi ini diperkirakan karena banyaknya para pria atau suami yang banyak 'jajan' namun tak mau menggunakan kondom.

Padahal kondisi ini tentu sangat merisaukan, pasalnya peningkatan infeksi baru HIV pada ibu akan berdampak pada meningkatnya jumlah infeksi HIV pada bayi.

"Mengatasi HIV-AIDS nomor satu tetap pencegahan. Saya sudah mulai ragu apakah memang laki-laki Indonesia bisa disuruh pakai kondom 100 persen. Banyak yang egois, maunya yang enak-enak saja, jadinya tidak mau pakai kondom," tegas Menteri Kesehatan RI, dr Nafsiah Mboi, SpA, MPH.

Hal tersebut ia sampaikan saat membuka Kongres Nasional II dan Seminar Ikatan Konselor Menyusui Indonesia (IKMI), yang diselenggarakan di Gedung Kemenkes RI, Jakarta, Sabtu (30/8/2014).

Prevalensi HIV-AIDS pada lelaki berisiko tinggi (LBT), yakni para lelaki yang memakai jasa penjaja seks mengalami peningkatan. Mereka kemudian menularkan pada istrinya, yang notabene adalah ibu rumah tangga. Tak heran, angka ibu rumah tangga yang terinfeksi HIV-AIDS juga meningkat.

"Makin meningkat juga bayi-bayi yang lahir terinfeksi dari orang tuanya. Wanita pun sebenarnya tertular pasti dari suami. Tidak bisa wanita terinfeksi dari sesama wanita kecuali dari jarum suntik," lanjut Nafsiah.

Lebih lanjut, Nafsiah meminta kepada para pria untuk menggunakan kondom demi mencegah terjadinya penularan HIV-AIDS ke ibu dan anak. "Jadi tolong, jangan malas menggunakan kondom," pesan Nafsiah. (ajg/up)

Ajeng Annastasia Kinanti - detikHealth

Sumber: Oke Zone