Kedaulatan Rakyat, 4 September 2014

PURWOKERTO (KRjogja.com)- Jumlah penderita HIV-AIDS di Kabupaten Banyumas dari tahun ke tahun terus naik. Informasi dari Dinas Kesehatan Kabuipaten (DKK) Banyumas menyebutkan, tahun 2012 ditemukan 166 kasus, 64 terdeteksi positif AIDS, dan 24 diantaranya sampai meninggal dunia.

Tahun berikutnya, 2013, jumlah penderita HIV sebanyak 215 orang, yang positif AIDS sebanyak 101 orang, dan yang akhirnya meninggal dunia sebanyak 24 orang. Sampai Juli 2014 kemarin tercatat ada 135 orang terkena HIV, dan 68 orang positif kena AIDS, dan yang sudah meninggal dunia 11 orang.

"Kami yakin, sampai akhir tahun 2014 jumlah tersebut bakal meningkat, yang pada akhirnya akan melebihi data kasus HIV AIDS tahun sebelumnya. Trend jumlah penderita HIV-AIDS memang selalu meningkat, dan Kabupaten Banyumas masuk peringkat ke-13 se Jateng" kata Kasi Pengendalian Penyakit DKK Banyumas, Dwi Mulyanto, Kamis (04/09/2014).

Tercatatnya kasus HIV-AIDS yang semakin meningkat jumlahnya tiap tahun, bukan berarti jika ada daerah yang tidak memiliki data kasus berarti seluruh warganya terbebsa dari penyakit mematikan tersebut. "Dengan terdeteksi secara dini, data kasus terkumpul dengan jujur, justru akan memudahkan penanganan, terutama dalam hal upaya pencegahan penularan penyakit tersebut" kata Dwi Mulyanto.

Dari sebanyak penemuan kasus tersebut, kata Dwi Mulyanto, ada satu hal yang perlu menjadi perhatian khusus DKK Banyumas, yakni kenyataan adanya ibu hamil penderita HIV-AIDS. Padahal resiko ibu hamil yang menderita penyakit tersebut untuk menulartkan kepada anak yang dikandungnya mencapai 20 -40 persen."Obat pencegahan untuk tidak menular kepada anak yang dikandungnya kami sudah bisa. Ini yang paling penting, sehingga para ibu hamil sebaiknya juga periksa untuk deteksi HIV-AIDS tersebut ke pusat-pusat pelayanan kesehatan yang ada" paparnya. (Ero)

Tomi Sujatmiko

Sumber: Kedaulatan Rakyat