Radar Jogja, 17 September 2014
PURWOREJO – Perlayanan kesehatan di puskesmas-puskesmas yang tersebar di Purworejo ditingkatkan. Yang tedrbaru, saat ini sebagian besar puskesmas sudah mampu melakukan detaksi HIV/AIDS.
Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Dinkes PurworejoTriyo Dermaji mengatakan, sedikitnya 15 puskesmas di Purworejo kini sudah mampu melakukan deteksi dini terhadap virus HIV/AIDS. Peningkatan kapasitas pelayanan puskesmas itu terjadi, setelah Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Purworejo memberi pelatihan kepada petugas terkait pengendali penyakit menular.
Khusus untuk alat deteksi virus HIV/AIDS, Dinkes Purworejo telah mendapatkan 100 paket perangkat tes cepat dan reagen untuk mengetes darah pasien yang diduga terinfeksi dari pemerintah pusat.
"Setelah dilatih dan mereka tahu cara mendeteksi, Dinkes mengusulkan bantuan kepada provinsi, ternyata diberi 100 paket reagen dan tes cepat," terang Triyo Dermaji, Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Dinkes Purworejo.
Triyo menambahkan, kelima belas puskesmas yang sudah bisa mendeteksi virus HIV/AIDS di Kabupaten Purworejo tersebut, di antaranya Puskesmas Grabag, Pituruh, Purworejo, Semawung Daleman, Bagelen, Bener, Banyuurip, Mranti, Kutoarjo, Ngombol, Bayan, Kemiri, Gebang, Wirun dan Puskesmas Bragolan.
"Dalam waktu dekat, semua pusksemas akan mengajak dan merekomendasikan pemeriksaan bagi pasien yang menunjukkan gejala klinis infeksi HIV," ujarnya.
Dikatakan, setiap puskesmas, rata-rata mendapat tiga paket reagen dan tes cepat. "Setiap pasien satu paket. Sebetulnya kami dapat 100, tetapi hanya 50 yang didistribusikan dan sisanya untuk stok, dimana puskesmas bisa meminta ketika mereka kehabisan," tandasnya.
Jika setelah dilakukan screening ditemukan fakta pasien termasuk kelompok risiko tinggi tertular virus, selanjutnya mereka akan mengambil sampel darah pasien dan memeriksanya lebih lanjut.
"Jika diperiksa dan hasilnya positif, pasien bersangkutan akan direkomendasikan ke Klinik Voluntary Councelling and Testing (VCT) RSUD Saras Husada Purworejo," ujarnya.
Selanjutnya, dokter dan konselor di klinik VCT akan melakukan pemeriksaan ulang dengan variabel yang lebih lengkap untuk memastikan kebenaran hasil tes cepat.(tom/jko)
Sumber: Radar Jogja