Berita Satu, 17 September 2014
Jakarta - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI Jakarta bersama Komisi Penanggulangan HIV/AIDS (KPA) DKI Jakarta, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), serta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DKI meminta peran aktif industri pariwisata di Jakarta untuk mencegah perluasan penyebaran HIV/AIDS dan eksploitasi seksual anak.
Untuk itu, Disparbud DKI Jakarta bersama tiga instansi tersebut menggelar kegiatan sosialisasi peningkatan peran industri pariwisata terhadap pencegahan HIV/AIDS dan eksploitasi seksual anak di industri pariwisata, hari ini, Rabu (17/9) di Hotel Grand Mercure, Hayam Wuruk, Jakarta Pusat.
Kepala Disparbud DKI Jakarta, Arie Budhiman mengatakan, kegiatan ini untuk memberikan pemahaman kepada pengelola industri pariwisata mengenai resiko penularan HIV/AIDS dan eksploitasi seksual anak di tempat-tempat industri pariwisata.
"Kita ingin mengajak seluruh pelaku dan pengelola industri pariwisata mencegah penyebaran penyakit HIV/AIDS dan penggunaan tenaga kerja seksual anak di tempat industri pariwisata yang ada di Jakarta," kata Arie dalam acara "Peningkatan Peran Industri Pariwisata terhadap Pencegahan HIV/AIDS dan Eksploitasi Seksual Anak di Industri Pariwisata", Hotel Grand Mercure, Hayam Wuruk, Jakarta Pusat, Rabu (17/9).
Tidak hanya itu, dalam acara tersebut Arie ingin mendorong pengelola industri pariwisata mencegah penyalahgunaan industri pariwisata sebaga tempat perbuatan asusila.
"Kita mau membangun citra positif industri pariwisata sebagai usaha yang bebas dari penularan penyakit HIV/AIDS dan perampasan hak-hak anak," ujarnya.
Kegiatan ini diikuti 250 pelaku industri pariwisata bidang hiburan dan rekreasi, seperti karaoke, kafe, diskotik, griya pijat dan hotel.
Penulis: Lenny Tristia Tambun/FAB
Sumber: Berita Satu