Radar Pekalongan, 22 Oktober 2014

SLAWI – Sedikitnya 4 ibu hamil di wilayah Kabupaten Tegal, diketahui mengidap HIV/AIDS. Empat ibu rumah tangga itu diduga tertular oleh suaminya masing-masing. Sejauh ini, mereka masih beraktifitas seperti biasa.

Kepala Bidang Kesehatan Keluarga dan Gizi, Dinas Kesehatan, Pemkab Tegal, Teguh Mulyadi, mengatakan, empat wanita hamil itu dikategorikan beresiko tinggi (resti). Karenanya, Pemda akan bertanggungjawab dan memberikan penanganan khusus terhadap mereka. Jika mereka tidak memiliki kartu BPJS, maka Pemda akan menanggungnya melalui APBD II Perubahan 2014. Pemda akan memberikan skala prioritas bagi mereka. "Kita sudah menganggarkan untuk ibu hamil resti dalam perubahan 2014," kata Teguh, Selasa (21/10).

Teguh mengungkapkan, empat ibu hamil yang mengidap HIV/AIDS itu usianya berkisar antara 20-35 tahun. Mereka diketahui positif HIV/AIDS saat memeriksakan kandungannya di bidan desa dan rumah sakit. Menurut Teguh, mereka sepertinya tertular dari suami yang kerap "jajan" diluar. Sementara, saat ditanya alamat empat orang tersebut, Teguh enggan menyebutkan. Dia hanya berujar, mereka saat ini masih dalam pantauannya. "Ibu hamil yang mengidap HIV/AIDS itu bukan PSK (pekerja seks komersial). Mereka merupakan ibu rumah tangga," ujarnya.

Menurut Teguh, bayi dalam kandungan mereka, masih bisa diselamatkan. Tapi kemungkinan tidak tertular hanya 10 persen. Terkecuali sang ibu dapat melakukan pencegahan awal. Artinya, pencegahan bisa melalui obat dan proses melahirkan harus di rumah sakit. "Masih ada kesempatan untuk tidak tertular dan bisa diselamatkan," ucapnya. (yer)

Sumber: Radar Tegal

Sumber: Radar Pekalongan